Ditemukan, Tanaman Tertua di Dunia

INILAH.COM, Jakarta – Pohon ek yang berumur 13 ribu tahun diperkirakan menjadi tananan tertua di dunia. Vegetasi ini hidup dengan cara klon unik dan habitatnya di wilayah yang tidak alamiah.

Sebuah tanaman yang mulai hidup di zaman es akhir masih bertahan di tanah kering California.

Para peneliti percaya pohon ek jurupa telah ada sejak sekitar 13.000 tahun sehingga tanaman tersebut adalah yang tertua di dunia.


Ek tersebut terdiri dari komunitas semak-semak kloning dan ilmuwan percaya tanaman tersebut berhasil selamat dari dampak ekstrem perubahan iklim dengan regenerasi.

Pohon ek jurupa yang termasuk spesies Quercus palmeri atau ek palm, ini dinamai Jurupa karena angin jurupa yang seringkali berhembus di bukit di mana ia hidup.

Jenis pohon ini biasanya hidup di daerah dingin dan basah. Lokasi aneh Jurupa adalah petunjuk pertama untuk tim yang mungkin memiliki asal-usul yang tidak biasa.


Pimpinan studi, Jeffrey Ross-Ibarra mengatakan, "Ek palm biasanya tumbuh di ketinggian yang jauh lebih tinggi dalam dingin udara dingin dan iklim basah.”

"Sebaliknya, ek jurupa terjepit di daerah kering dan tandus, di antara batu-batu granit dan tertiup oleh angin kencang, di atas sebuah bukit kecil,” ujar Jeffrey.


Tim juga menemukan bahwa pohon ek tidak menghasilkan biji subur apapun, yang menghasilkan bentuk yang tidak konvensional tentang pertumbuhan.

Pengujian genetika mengungkapkan kelompok batang kusut sebenarnya satu jenis tanaman, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal online PLoS ONE.

Pertumbuhan klon terjadi setelah kebakaran, ketika bibit tanaman terbentuk di sekitar pangkal batang yang terbakar. Seiring waktu kayu mengalami degradasi dan membentuk bibit baru, meninggalkan bentuk batang serampangan yang terlihat hari ini.


Para ilmuwan dari Universitas California menghitung usia klon dengan memperkirakan laju pertumbuhan dari cincin di batang.

CO-Studi Andrew Sanders mengatakan, "Ini benar-benar tampak sebagai sisa kehidupan vegetasi berkayu terakhir yang lenyap dan menempati lembah-lembah pedalaman di puncak zaman es."[ito] Syamsudin Prasetyo

Pengejaran Meteor di China Terus Berlanjut

INILAH.COM, Jakarta – China mengalami hujan meteor terbesar pekan ini. Pencarian hujan meteor itu berlanjut saat bulan purnama yang dikatakan sebagai salah satu penemuan terbesar di Beijing tahun ini.

Saksi mata di Beijing dan Tianjin mengamati dalam jarak dekat dan jelas meteorit turun di dekat cakrawala barat Beijing pada pukul 10.23 (16/12) berbentuk seperti bola api.

Kamera pengintai dari planetarium merekam cuplikan 2 detik dari fenomena musim gugur, di mana bintang jatuh yang cerah terlihat membawa ekor terbang ke arah timur dan meledak menjadi cahaya yang lebih besar sebelum menghilang di cakrawala.


"Kami berada di jembatan Jianxiangqiao saat mengendarai kendaraan ke arah barat di jalan Ring Road Utara Empat ketika melihat cahaya cerah terbang ke arah tenggara," tulis Li Xin seorang peneliti Planetarium Beijing.

"Cahaya cerah meteor sangat dekat dengan bulan purnama," tulisnya. "Kalau meteorit ini dapat diabadikan, hal itu dapat menjadi salah satu penemuan terbesar di Beijing."

Warga lainnya di Beijing yang jadi saksi juga melaporkan adanya bentuk bola api seperti meteorit ke planetarium.


"Wow, apa itu yang saya lihat," tulis seorang blogger di Beijing pada portal popular douban.com, hanya 12 menit setelah fenomena kejatuhan terjadi.

"Saya berada di Chaoyangmen di jalan lingkar timur kedua dan aku melihat bola berwarna hijau cerah bergerak ke selatan. Tak ada suara dan semuanya tampak baik-baik saja di luar mobil," tulis blogger, yang menamakan dirinya "paman kikuk" .

Saksi online tidak menarik banyak perhatian serius sebelum diverifikasi oleh otoritas astronomi.

"Kau benar-benar aneh, paman sayang. Itu adalah Optimus Prime," komentar dari pembaca.

Astronom dari Planetarium Beijing mengatakan bahwa saksi memang mengatakan yang sebenarnya dan peneliti mengatakan mereka telah melaporkan saksi ke Organisasi Meteor Internasional sebagai penampakkan meteor terbaru di Bumi.

Li juga memperkirakan lokasi pendaratan sekitar 40 km sebelah barat pusat kota Beijing, sementara Zhu Jin, direktur planetarium, memperkirakan antara 100 dan 200 km dari pusat Beijing. “Daerah pegunungan Baihuashan di perbatasan dekat Beijing dan Provinsi Hebei menjadi lokasi yang paling mungkin menjadi tempat pendaratan,” kata Zhu.


Para ilmuwan telah meluncurkan kampanye online dan lewat TV untuk mengumpulkan saksi. Warga di barat Beijing didorong untuk berkontribusi.

“Tapi belum diketahui puing-puing meteor akan seperti apa,” kata para ahli.

Planetarium Beijing tidak pernah mengumpulkan meteorit dari meteor masa lalu di Beijing. Pada pertengahan tahun 2006, ada sekitar 1.050 saksi melihat meteor jatuh.[ito] Syamsudin Prasetyo

"Software" Baru yang Aman dari Virus


Liputan6.com, New Delhi: 'Microsoft Security Essentials' telah diluncurkan secara global, September lalu. Penggunaan software ini, seperti dilansir Indiatimes, Rabu (16/12), adalah gratis bagi para pengguna Windows asli, dengan menyediakan pengobatan anti-virus, anti-malwaredan solusi anti-spyware.

Solusi keamanan ini sangat dibutuhkan konsumen, terutama untuk menghindari ancaman, seperti
phising,malware dan serangan spyware yang berkembang. "Kami telah mengantisipasi kebutuhan keamanan konsumen dan memberikan bentuk perlindungan hassle free dan non-intrusif ke PC pengguna," ucap Rishi Srivastava, officerkonsumen microsoft India dan marketing online.

Microsoft Security Essentials termasuk alat-alat pemeriksa komputer untuk infeksi berbahaya dari perangkat lunak spesifik. Penawaran baru ini ditargetkan pada pengguna PCdi rumah, yang sering bingung dengan solusi keamanan yang dijual di pasar. Microsoft juga menawarkan solusi keamanan terpisah untuk klien perusahaan.

Dengan populasi online yang berkembang dari 49 juta pengguna Internet di India, ancaman seperti
hacking dan phisingjuga sudah tampil, sehingga mengakibatkan kerugian finansial pada konsumen maupun perusahaan.(RST/ETA) Restia Juwita
Pola Makan Sehat Lintas Benua

KOMPAS.com - Tak ada yang menyangkal bahwa pola makan ikut menentukan kesehatan. Kebiasaan serta pola makan dari berbagai negara ini bisa jadi pilihan menarik untuk dicoba. Bukan hanya menjadi sehat, tapi juga mencicipi kuliner dari negara lain.



Asia
Salah satu pola makan orang-orang Asia yang cukup menguntungkan untuk kesehatan adalah tak memasukkan daging sebagai menu utamanya. Kebanyakan orang Asia lebih banyak menggunakan sayuran dengan sedikit daging sebagai
garnish. Sumber protein pengganti daging bisa didapatkan dari ikan dan kacang-kacangan, terutama kedelai. Nasi sebagai sumber karbohidrat utama juga membuat orang Asia tak begitu gemuk.



Amerika Selatan
Meski orang-orang Amerika Latin mengonsumsi daging lebih banyak dari orang Amerika Serikat, namun angka penyakit jantung yang diderita masyarakatnya cenderung rendah. Rahasianya, mereka mengonsumsi daging sapi yang diternakkan secara konvensional, yakni dibiarkan bebas makan rumput di lapangan. Dengan demikian daging sapi yang dihasilkan memiliki kadar lemak lebih rendah dibanding sapi yang dikurung dan diberi pakan jadi.


Mediterania
Alih-alih memilih lemak jenuh, orang Mediterania menggantinya dengan lemak sehat yang berasal dari minyak zaitun. Selain dipakai untuk masak, kebanyakan orang Mediterania juga mengonsumsi langsung minyak zaitun. Rahasia sehat lainnya adalah memakan buah anggur sebagai makanan penutup.


Afrika
Tambahkan lebih banyak kacang-kacangan dalam piring Anda. Di banyak negara Afrika, kacang-kacangan seringkali menjadi hidangan utama mereka yang ditambah dengan tomat atau salad yang lezat. Hasilnya, selain tak punya masalah dengan berat badan, secara statistik internasional orang Afrika memiliki tingkat paling rendah dalam kejadian kanker.
AN Editor: acandra Sumber : WebMD

"Matahari Tenang" Menyebabkan Cuaca Ekstrem

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem di lintang utara, antara lain, Eropa dan Amerika bagian utara yang terjadi beberapa hari terakhir ini terkait dengan kondisi ”Matahari tenang” yang berkepanjangan. Selain itu, disebabkan oleh perubahan iklim global.

Hal ini dijelaskan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Rabu (23/12/2009) di Jakarta.


Thomas mencatat beberapa musim dingin yang minim salju terkait dengan kondisi Matahari aktif dan sebaliknya musim dingin bersuhu ekstrem di Bumi terkait dengan Matahari tenang, yaitu sedikit hingga tanpa adanya bintik Matahari.

Menurut pemantauan Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan, penurunan kejadian bintik Matahari mulai terlihat sejak 2000.

Bintik hitam yang tampak di permukaan Matahari melalui teropong dilihat dari sisi samping menyerupai tonggak-tonggak yang muncul dari permukaan Matahari. Tonggak itu terbentuk dari aktivitas massa magnet yang terpelintir atau berpusar di perut Matahari hingga menembus permukaan.


Bintik hitam Matahari itu berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata Bumi. Akibat munculnya bintik Matahari, suhu gas di fotosfer dan kromosfer di atasnya dapat naik sekitar 800 derajat celsius dari normal. Hal itu mengakibatkan gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan gas di sekelilingnya.

Di atas bintik Matahari, yaitu di daerah kromosfer dan korona juga dapat terjadi badai Matahari dan ledakan cahaya yang disebut flare.


Cuaca Bumi

Lonjakan massa gas bersuhu tinggi ini tidak hanya memengaruhi magnet Bumi, tetapi juga cuaca di atmosfer Bumi, lanjut Thomas, pakar astronomi dan astrofisik. Kondisi Matahari juga berefek pada intensitas curah hujan di Indonesia.

Data Lapan menunjukkan ada kecenderungan curah hujan berkurang saat Matahari tenang. Secara global, efek aktivitas Matahari mengemisikan gas rumah kaca, terutama CO. Akibatnya, iklim ekstrem dapat lebih sering terjadi dengan intensitas yang cenderung menguat. (YUN) Editor: wsn Sumber : Kompas Cetak

Mengapa Ponsel Dilarang di Pesawat?

INILAH.COM, Jakarta – Larangan penggunaan perangkat elektronik termasuk ponsel di dalam pesawat telah menjadi momok. Namun penelitian menunjukkan larangan itu sebagai hal yang kontroversial.

Penelitian mendapati penumpang pesawat yang secara diam-diam menggunakan ponsel, bermain game atau mendengarkan pemutar MP3 saat lepas landas atau pendaratan tidak akan menyebabkan kecelakaan pesawat. Tetapi mereka kemungkinan akan mendapat teguran keras dari pramugari.


Lembaga federal dan perusahaan penerbangan AS sangat tidak menyukai perilaku penumpang seperti itu, walaupun peneliti dan produsen pesawat telah menyatakan hampir tidak ada bukti langsung dari ponsel atau perangkat elektronik lainnya mengganggu sistem pesawat.

Badan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) meminta RTCA, sebuah organisasi standar industri yang independen, untuk mempelajari masalah perangkat elektronik di pesawat udara pada tahun 1992.

Hasilnya RTCA tidak menemukan gangguan dan merekomendasikan penggunaan laptop, perangkat game dan pemutar musik. Namun, lembaga itu menyarankan tindakan pencegahan yang melarang penggunaan semua perangkat selama lepas landas dan mendarat yang merupakan fase kritis.

Boeing juga meneliti beberapa kasus di tahun 1990an di mana para awak pesawat melaporkan bahwa komputer laptop atau perangkat game menyebabkan pilot otomatis tidak berfungsi, pesawat mengendalikan dirinya sendiri atau alat gulung layar yang tidak berfungsi.


Namun produsen pesawat itu tidak pernah mampu mereka ulang anomali yang dilaporkan itu dalam tes laboratorium.

Ponsel dan perangkat nirkabel seperti laptop mewakili keprihatinan yang berbeda. Perangkat itu memancarkan transmisi aktif pada spektrum elektromagnetik, yang digunakan oleh perangkat yang meliputi telepon, radio dan jaringan Wi-Fi.

Tapi Badan Komisi Komunikasi AS membagi spektrum menjadi potongan-potongan yang berbeda untuk kegunaan yang berbeda, sehingga telepon genggam tidak akan berbenturan dengan band-band khusus untuk komunikasi atau sistem navigasi GPS pesawat.

Larangan perangkat nirkabel lebih banyak dilakukan menyangkut kemungkinan gangguan pada jaringan di darat, dan bukannya bahaya yang berhubungan dengan sistem pesawat.

FCC melarang menggunakan sebagian besar ponsel dan perangkat nirkabel dalam penerbangan pada tahun 1991, dengan alasan gangguan jaringan di darat. FAA menjalankan keputusan peraturan FCC.


Tetapi beberapa maskapai penerbangan mengizinkan penumpang untuk menggunakan ponsel dalam modus pesawat.

FCC menjalankan peraturan larangan, tapi pada 2007 menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan apakah dalam penerbangan, perangkat nirkabel menyebabkan gangguan jaringan di darat.

Semua peraturan di dunia masih belum mencegah penumpang dari kebiasaan menelepon dari ponsel. Sekitar satu dari empat ponsel melakukan panggilan dalam setiap penerbangan komersial, menurut studi tahun 2006 oleh Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh.

Lucunya, FAA bahkan harus menasihati awak pesawat pesawat untuk mematikan ponsel mereka selama lepas landas dan mendarat, setelah insiden pada awal 2009. [ito] Syamsudin Prasetyo

Burung Dinosaurus Miliki Taring Beracun


BEIJING - Tim peneliti dari China dan AS menemukan sisa racun pada raptor atau burung pemangsa zaman dinosaurus yang pernah hidup di China sekira 128 juta tahun lalu.

Spesies yang diberi nama dromaeosaur atau sinornithosaurus tersebut kemungkinan besar mendiami hutan pra sejarah di bagian timur China. Pada masa itu, hutan tersebut dihuni oleh beragam hewan primitif.

"Spesies ini merupakan burung beracun yang bisa memangsa segala. Perawakannya kurang lebih bisa digambarkan seperti kalkun besar," kata profesor Larry Martin dari Natural History Museum and Biodiversity Institute, seperti dikutip dari
TG Daily, Selasa (22/12/2009).

"Spesies ini termasuk predator burung dan hewan dinosaurus lain yang berukuran lebih kecil dari tubuhnya. Dia memiliki bulu cukup banyak dan masih keturunan dekat burung dinosaurus bersayap empat Microraptor," tambahnya.

Menurut Martin, racun pada taring digunakan untuk melumpuhkan lawan dengan cepat, sehingga mangsa tidak punya kesempatan untuk mempertahankan dan melarikan diri. (rah)
Rachmatunnisa - Okezone (Foto: CBC News)