Minggu, 03 Januari 2010

Pesawat Berusia 100 Tahun Ditemukan di Kutub Utara




CAPE DENISON - Sekelompok tim ekspedisi berhasil menemukan bangkai pesawat di Antartika yang telah diselimuti es. Pesawat tersebut dipercaya sebagai yang pertama berhasil masuk ke wilayah daratan es itu, lebih dari se-abad lalu.
Australia mengaku telah melakukan berbagai pencarian selama puluhan tahun untuk menemukan pesawat Vicker lawas yang hanya dilengkapi dengan satu baling-baling itu di Cape Denison, Antartika. Pesawat Vicker itu ditinggalkan oleh penjelajah kenamaan Australia bernama Douglas Mawson pada ekspedisi yang dilakukannya tahun 1911-1914 karena gagal terbang.
"Keberuntungan sedang berada di pihak kami dan ini merupakan bagian terbaik dalam sejarah penerbangan Antartika," ujar Dr Tony Stewart, sang ketua tim ekspedisi yang menemukan fosil pesawat tersebut, seperti dikutip melalui
Reuters, Sabtu (2/1/2010).
Mimpi Mawson ini membuka jalan bagi kemungkinan adanya penerbangan ke Antartika, melewati bongkahan dan daratan es. Ekepedisi yang dilakukan Mawson ini terjadi sepuluh tahun setelah Wright bersaudara berhasil menemukan mesin pesawat untuk pertama kalinya.
Pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan gagal terbang dalam sebuah demonstrasi yang dilakukan kala itu. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, hanya saja sayap pesawat mengalami kerusakan. Akibat tidak adanya waktu untuk memperbaiki pesawat tersebut, Mawson membuang sayap pesawat dan mengambil sisanya untuk dijadikan air tractor untuk mengangkut barang sepanjang daratan es. Sayangnya, meski roda diganti dengan alat luncur, mesin pesawat tidak mampu bertahan sehingga mati di tengah jalan.
Mawson pun akhirnya meninggalkan pesawat tersebut di tengah daratan es. Selama hampir 100 tahun ditinggalkan, pesawat tersebut telah diselimuti oleh es dan hampir kehilangan bentuknya. (srn)
Sarie - Okezone (foto: Classic Ipy)

Chrome Google, Rival Safari 4 di 'Pacuan' JavaScript




SAN FRANSISCO - Chrome Google disebut-sebut potensial mengalahkan browser Apple terbaru, Safari 4 di arena persaingan JavaScript.
Berlawanan dengan apa yang pernah diklaim Apple, hasil studi tolok ukur yang dilakukan para analis menyebutkan Safari 4 bukanlah browser tercepat di dunia. Namun boleh diakui Safari 4 memang lebih cepat ketimbang browser milik Mozilla dan Microsoft.
Berdasarkan uji coba JavaScript yang dilakukan para analis, Chrome Google unggul atas Safari 4. Namun, browser Apple memang 38 persen lebih cepat ketimbang Firefox terbaru, tiga kali lebih cepat dari browser open source dan lebih dari lima kali lebih cepat ketimbang IE 8. Demikian keterangan yang dikutip dari
Info World, Kamis (31/12/2009).
Safari 4, yang saat ini dirilis Apple masih dalam versi public beta, terpaut sedikit dari Chrome 2.0.164.0. Perbedaanya memang hanya beberapa menit, jika dipersentasekan Chrome lebih cepat tujuh persen dari Safari 4.
Meski Chrome dan Safari sama-sama dibangun di atas open source yang sama yaitu WebKit engine, pada kenyataannya mereka menggunakan JavaScript engine yang berbeda.
Akhir-akhir ini sebagian besar produsen browser secara agresif mempromosikan performa JavaScript. Google contohnya, gencar mempromosikan Chrome saat debutnya September silam. Sementara Mozilla, tak henti membicarakan keunggulan TraceMonkey engine pada Firefox 3.1 sejak Agustus. (rah)
Rachmatunnisa - Okezone

7 Rahasia Agar Rambut Sehat





KOMPAS.com - Berikut ini tip dari tradisi Ayurveda yang berumur 5.000 tahun mengenai keindahan dan kesehatan rambut:

1. Mulailah dengan mengatur makanan. Pilih makanan yang mengandung sayuran hijau dan buah manis. Produk susu dan yogurt juga baik untuk rambut. Demikian juga dengan kelapa.

2. Hindari makanan olahan atau kalengan. Ayurveda mengatakan bahwa makanan dengan pengawet buatan dan bahan kimia tambahan tidak akan memberi manfaat gizi untuk tubuh dan badan. Minuman dingin juga mengganggu proses pencernaan dan asimilasi zat gizi.

3. Bumbu seperti lada hitam bermanfaat untuk kesehatan rambut. Tambahkan bumbu ini ke dalam sup atau masakan lain.

4. Hindari stres karena dapat berakibat serius dalam jangka panjang dan mempengaruhi warna rambut. Cobalah atur waktu dan tugas untuk meminimisasi tekanan. Lakukan rileksasi/meditasi.

5. Jauhi produk kimia keras yang dapat merusak rambut. Cari sampo dan kondisioner alami dan lembut, terutama bila Anda mencuci rambut tiga kali seminggu.

6. Pijat kulit kepala dengan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menstimulasi dan memberi kelembaban kulit kepala.

7. Jangan sisir rambut dengan sikat ketika rambut basah. @diy

DIY
Editor: acandra

Sabtu, 02 Januari 2010

Google Gagal Merebut Nama Groovle




INILAH.COM, Jakarta - Google kalah melawan perusahaan Kanada yang menjalankan mesin pencari groovle.com. Situs itu memiliki tampilan halaman yang persis dengan Google.
Sengketa yang dimediasi oleh Forum Arbitrase Nasional itu memutuskan tuntutan Google tidak sah secara hukum.
Google telah mengklaim nama Groovle yang sangat mirip dan membingungkan apalagi tampilan halaman Groovle sangatlah persis dengan Google.
Google juga mengklaim bahwa 207 Media, perusahaan Kanada yang memiliki Groovle secara sengaja membuat situs yang sama persis dengan ciri khas Google. “Nama domain Groovle seharusnya ditransfer ke Google,” ujar Juru Bicara Google.
Meskipun demikian Forum Arbitrase Nasional yang menjadi mediator mengatakan bahwa Google tidak bisa memberikan bukti atas keberatan-keberatannya. Forum Arbitrase Nasional setuju dengan 207 Media yang berarguman bahwa Groovle lebih mirip ke arah ‘groove’ atau ‘groovy’ daripada ke Google.
Terkait permintaan Google bahwa nama domain tersebut harus dibatalkan atau dialihkan ke perusahaan lain, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi. Pertama, nama domain yang disengketakan harus secara identik sama dengan nama domain pihak penuntut.
Kedua, pemilik nama domain tidak punya legitimasi hak untuk memilikinya. Ketiga, domain digunakan untuk tujuannya yang tidak baik. Forum Arbitrase Nasional mengatakan bahwa Google tidak bisa memenuhi tiga elemen tersebut.
Sebuah pesan yang tertera di bawah setiap halaman Groovle menyebutkan,”Groovle tidak dimiliki, disponsori atau didukung oleh Google.Namun tidak jelas apakah kalimat ini ditambahkan sejak adanya keputusan Forum Arbitrase Nasional.[ito] Syamsudin Prasetyo

Memilih Akses Internet Sesuai Kebutuhan




VIVAnews - Kini, akses internet bisa dibilang telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari. Dengan internet, tak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga memungkinkan orang untuk bersosialisasi.
Berbagai media memungkinkan kita untuk bersosialisasi di dunia maya, mulai dari menggunakan e-mail, jejaring Facebook, Twitter, dan juga menyalurkan hobi wanita, yakni berbelanja.
Bila hingga kini Anda masih bingung memilih akses internet yang paling tepat, cobalah dulu mengidentifikasi kebutuhan dan kebiasaan berselancar Anda di dunia maya. Dari situ nantinya Anda bisa menentukan akses internet yang tepat.

Saluran Mobile Broadband (3G)
Saluran ini cocok bagi pengguna yang butuh koneksi internet secara mobile (berpindah-pindah). Koneksi ini memiliki kecepatan download antara 153 kilobit per detik (Kbps) hingga 3 megabit per detik (Mbps). Dengan kecepatan itu, Anda memerlukan beberapa menit untuk mengunduh foto berukuran 1 megabita.
Saluran ini digunakan bersama-sama, maka bila dalam satu lokasi BTS yang sama terdapat banyak pelanggan yang online, maka saluran ini akan terasa lebih lamban. Tak hanya itu, bila Anda pergi ke suatu daerah yang belum dijangkau oleh operator selular Anda, otomatis Anda tak akan bisa terhubung ke internet.

Saluran DSL (Digital Subscriber Line)
DSL paling pas bagi Anda gemar berseluncur di internet dan sesekali memeriksa e-mail. Jika kecepatan 768 kilobit per detik masih dirasa terlalu lama, DSL juga menyediakan koneksi yang memiliki kecepatan hingga 3 megabit per detik (Mbps).
Namun, dengan kecepatan 768 kbps, Anda sudah bisa mengunduh satu foto berukuran 1 megabita (MB), dalam waktu sekitar 10 detik. Yang musti diingat, karena DSL bekerja melalui kawat tembaga saluran telepon, maka bila telepon mengalami masalah, koneksi internet pun juga ikut bermasalah.

Saluran Kabel
Akses internet melalui kabel cocok bagi pengguna yang harus sering menggunakan e-mail, sering mengunduh musik atau melihat streaming video.
Dengan kecepatan 6 Mbps, saluran ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh foto berukuran satu MB hanya dalam 1,5 detik. Yang perlu diketahui, akses kabel ini dipakai dengan berbagi dengan pengguna lain, sehingga saat jam sibuk, kecepatannya bisa juga menurun.

Serat Optik
Serat optik paling pas digunakan oleh Anda yang sering berbagi foto dan video secara online dalam jumlah besar. Termasuk mengunduh atau mengunggah video atau foto dalam jumlah besar.
Dengan kecepatan koneksi 15 Mbps, Anda bisa mengunduh foto berukuran tiga megabita selama 1,6 detik. Serat optik ini diperuntukkan untuk industri dan tidak selalu tersedia.


VIVAnews photo by doc Corbis

Jumat, 01 Januari 2010

Hati-hati Mengonsumsi Antibiotik Berlebihan




Liputan6.com, Lantana. Hampir semua orang pernah menjadi pengguna antibiotik, baik dalam bentuk tablet, sirup maupun obat oles. Antibiotik telah 70 tahun lebih digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, baik untuk penyakit serius maupun ringan. Di antaranya tuberkulosis, kolera, infeksi kandung kemih dan radang amandel. Tapi, selama ini, semuanya dapat diatasi dengan antibiotik.
Belakangan, menurut Constanze Wendt dari Lembaga Ilmu Kesehatan di Heidelberg, sebagaimana dirilis situs
kapanlagi.
dalam sejumlah kasus, mengonsumsi antibiotik secara tepat bisa mempengaruhi bakteri usus dan dapat memicu diare. Reaksi alergi kulit juga dapat terjadi jika obat oles yang mengandung antibiotik digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Mengonsumsi alkohol saat sedang menggunakan antibiotik, ingat Wendt, juga sangat berbahaya. "Itu dapat memicu komplikasi pada hati sebagai dampak penggunaan alkohol," terangnya.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, April lalu, sempat membahas kasus resisten obat dalam konferensi di Beijing. WHO berpesan, penyakit berbahaya telah menyebar ke seluruh benua dan meningkat dengan cepat. Diperlukan langkah tepat bagi pasien penderita resisten obat," ingat WHO.
Kendati demikian, badan dunia untuk kesehatan ini memprediksi, hanya 1 persen kasus pasien resisten menerima perawatan yang tepat tahun lalu. "Kami berjuang keras mengatasi pasien resisten obat," kata CDC epidemiologi, Dr Laurie Hicks, kepada
Associated Press.
Associated Press juga merilis temuan wabah penyakit resisten obat antibiotik di beberapa negara. Seperti di Kamboja, para ilmuwan mengkonfirmasi munculnya kasus pasien resisten obat malaria. Kasus ini bisa mengancam upaya pengobatan penyakit yang telah membunuh 1 juta orang setiap tahun.
Di Afrika, ditemukan kasus baru dalam pengobatan HIV. Para ilmuwan dilaporkan menemui kesulitan mengobati
strainHIV yang terdeteksi pada 5 persen pasien baru. Tingkat resistensi obat HIV yang telah membunuh 30 persen pasien HIV di seluruh dunia, juga cenderung meningkat. (ETA) Addy Hasan

NASA Akan Pilih Venus, Asteroid atau Bulan





INILAH.COM, Jakarta – Lembaga luar angkasa Amerika Serikat NASA akan memilih tiga proyek ruang angkasa Venus, asteroid dan bulan untuk perjalanan ke sistem tata surya berikutnya.
Keputusan akan diambil pada pertengahan 2011 dan akan meluncur paling lambat 30 Desember 2018. Proyek ini akan menelan biaya minimal US$ 650 juta (Rp 6,2 triliun).
Proposal Venus ini akan menjajaki permukaan planet Venus untuk mengukur atmosfer dan komposisi mineralnya guna memahami unsur pembentuk Venus dan mengapa berbeda dari bumi.
Pesawat ruang angkasa ke Venus disebut Surface and Atmosphere Geochemical Explorer atau SAGE
Sedangkan proposal asteroid akan mengirimkan pesawat ruang angkasa ke asteroid guna mengukur dan mengumpulkan lebih dari 2 ons materialnya untuk membantu peneliti memahami dengan lebih baik sistem tata surya kita.
Pesawat ruang angkasa yang digunakan disebut dengan Origins Spectral Interpretation Resource Identification Security Regolith Explorer spacecraft atau disingkat Osiris-Rex.
Proyek bulan akan mengirim pesawat yang akan mendarat di dekat kutub selatan bulan. Dan akan mengambil 2 pon bahan material yang diharapkan ilmuwan dapat menyediakan sejarah yang lebih dalam tentang sistem korelasi bulan dan bumi.
Salah satu dari tiga proposal tersebut terpilih dari delapan proposal yang masuk pada awalnya, dan akan menjadi misi ketiga seri penjelajahan baru NASA.
Misi pertama, New Horizons diluncurkan pada tahun 2006 dan akan sampai di sistem planet Pluto-Charon di tahun 2015. Misi kedua, Juno diluncurkan pada bulan Agustus 2011 dan akan mengorbit Jupiter.[ito] Syamsudin Prasetyo photo by physorg.com