Kamis, 01 April 2010

Samsung Kenalkan Teknologi Virus Doctor


VIVAnews - Samsung Electronics Indonesia (SEIN) memperkenalkan teknologi baru untuk produk Air Conditioner-nya, yakni Virus Doctor, yang diklaim mampu melumpuhkan hingga 99,9 persen dari organisme berbahaya, termasuk SARS dan H1N1.
“AC membutuhkan peraewatan secara cermat. Bakteri Legionella, yang menyebabkan penyakit infeksi pernapasan akut, sangat umum dan dapat ditemukan di mana-mana,” kata Dr Mukhtar Ikhsan di sela Peluncuran Teknologi Virus Doktor di Jakarta, Kamis 1 April 2010.
“Padahal, ketika menyebar di dalam ruang tertutup melalui AC, efeknya cukup fatal. Seringkali disebut sick building syndrome, seperti pegal, linu, pusing, migrain, kelelahan, hingga kaku otot,” ucapnya.
Berkembangnya kecemasan akan polutan biologis di dalam ruangan, Samsung Electronics meluncurkan sebuah teknologi revolusioner yang mampu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, yaitu Micro Plasma Ionizer (MPI) atau disebut dengan Virus Doctor.
“Virus Doctor memiliki teknologi pemurnian yang efektif. Memegang 42 paten di seluruh dunia, teknologi MPI-Virus Doctor yang aman, berdasarkan sertifikasi yang diberikan Seoul National University Hospital dan Seoul Toksikologi Lab,” kata Kim Yoo-Young, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia.
Cara kerjanya, dikatakan Hendy Setiawan, RAC Product Manager HA Division, AC Samsung berteknologi Virus Doctor nyaris sama dengan milik kompetitor.
“Jika dari AC milik kompetitor mengeluarkan ion positif dan ion negatif, AC Samsung mengeluarkan hidrogen aktif dan ion oksigen negatif untuk melumpuhkan bakteri dan zat beracun. AC ber-Virus Doctor menonaktifkan virus dengan senyawa H-O-O, relatif lebih cepat dan tidak mengandung radikal bebas,” kata Hendy.
Menandai kehadiran teknologi tersebut, pada kesempatan yang sama, Samsung Electronics meluncurkan dua produk AC berteknologi Virus Doctor, yakni AC Samsung Virus Doctor Inverter dan AC Samsung Virus Doctor Low Watt & Volt Control.
Untuk kedua produk ini, Samsung menargetkan penjualan hingga 150-200 ribu secara total dalam lingkup nasional hingga akhir tahun 2010.

0 Komentar:

Poskan Komentar