Kamis, 25 Maret 2010

Singapura-Jepang Investasi di Website Lokal

VIVAnews - Tokopedia mengumumkan bahwa East Ventures, perusahaan berbasis di Singapura yang berfokus pada investasi di bisnis Internet, telah melakukan investasi ke Tokopedia melalui pembelian sebagian saham Tokopedia.
Sebelumnya, di awal tahun 2009, Tokopedia telah mendapatkan seed funding dari PT. Indonusa Dwitama untuk melakukan launching tokopedia.com pada Agustus 2009.
“Kami melihat masuknya investasi baru dari East Ventures ini sebagai sebuah aliansi strategis dalam rangka membawa Tokopedia melaju ke tahap yang lebih tinggi,” kata William Tanuwijaya, co-founder Tokopedia, pada keterangannya, 25 Maret 2010.
“Dalam tujuh bulan terakhir, tokopedia.com telah menjadi startup dengan pertumbuhan yang sangat pesat, dan dengan aliansi baru ini, kami bisa berharap pencapaian Tokopedia ke depannya akan lebih baik lagi,” ucapnya.
Kini situs tokopedia.com telah menjadi salah satu online marketplace dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di Indonesia. Baik dari jumlah anggota, toko online aktif, jumlah produk, hingga jumlah transaksi dan perputaran uang per hari.
Dalam waktu singkat tersebut website tokopedia.com juga telah dikenal sebagai online marketplace terpercaya di Indonesia.
Sehubungan dengan investasi ini, kedua co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya, akan tetap memimpin dan bertanggung-jawab penuh terhadap operasional Tokopedia. Pihak East Ventures sendiri akan ikut mengisi jajaran direksi dan komisaris Tokopedia bersama dengan Victor Fungkong dan Yohana Fran dari pihak PT. Indonusa Dwitama.
Batara Eto, partner dari East Ventures, menambahkan, “Sebagai investor di early stage startup, kami melihat potensi pasar Internet Indonesia yang sangat besar,” ucap Batara. “Dan kami yakin team Tokopedia memiliki visi dan kemampuan eksekusi untuk menjadi pemain terdepan di bisnis online marketplace Indonesia,” ucapnya.
Taiga Matsuyama, salah satu partner dari East Ventures, juga akan menduduki posisi sebagai strategic advisor di Tokopedia.
Selasa, 23 Maret 2010

Ditemukan, Fosil Spesies Baru Dinosaurus


Liputan6.com, Beijing: Tim ekspedisi paleontologi Cina berhasil menemukan kerangka fosil spesies baru dinosaurus di daerah Mongolia di wilayah utara Cina. Dalam jumpa pers ilmuwan terkemuka, Xing Xu, mengatakan tim ekspedisi berhasil menemukan fosil tersebut dalam bentuk kerangka utuh dan lengkap. 
Diperkirakan semasa hidup dinosaurus tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan berat 25 kilogram. Diperkirakan spesies dinosaurus tersebut merupakan jenis Linheraptor bernama exquisitus dan merupakan keluarga Dromaeosauridae theropoda. 
Xu yang juga peneliti paleontolgi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina mengatakan dinosaurus jenis ini memiliki kuku yang besar atau "cakar pembunuh", diduga lebih cepat dan gesit dibanding pemangsa lain seperti jenis dromaeosaurids lainnya. Dinosaurus berjenis hewan karnivora tersebut diperkirakan hidup saat periode akhir Cretaceous, atau sekitar 80 juta tahun yang lalu. 
Xu menambahkan, fosil dinosaurus ini merupakan salah satu jenis fosil di dunia yang sangat dilestarikan. Diduga masih banyak fosil yang terpendam didalam tanah berbatu tersebut. Para ahli paleontologi mengingatkan bahwa jika fosil tidak berhasil ditemukan, maka sebagian besar fosil dapat segera rusak dan hilang.  
Selain melibatkan Profesor Tan Lin dari institut paleoanthropology setempat beberapa ahli dari Amerika Serikat dan Inggris turut serta dalam ekpedisi ini.(Xinhua/AYB)


Jumat, 19 Maret 2010

Jubah Tembus Pandang 3D Segera Terwujud

INILAH.COM, Jakarta- Peneliti Eropa selangkah lebih dekat dalam menciptakan jubah tembus pandang ala penyihir Harry Potter. Mereka membuat sebuah obyek menghilang menggunakan jubah 3 dimensi dalam laporan di jurnal Science terbitan AS.
Ilmuwan dari Karlsruhe Institute of Technology di Jerman dan Imperial College London menggunakan jubah yang dibuat menggunakan kristal fotonik dengan struktur yang menyerupai tumpukan kayu, untuk menutupi benjolan kecil pada permukaan emas, mereka menulis di jurnal Science.
"Ini semacam seperti menyembunyikan sebuah benda kecil di bawah karpet-kecuali kali ini karpet juga menghilang," kata mereka.
"Kami menempatkan obyek di bawah struktur mikroskopis, sedikit seperti karpet pemantul," kata Nicholas Stenger, salah seorang peneliti yang bekerja pada proyek tersebut.
"Ketika kami melihat ke dalam lensa dan melakukan spektroskopi, tidak peduli dari manapun sudutnya kami tidak bisa melihat obyek tersebut. Obyek tersebut menjadi tidak tampak,” kata Strenger.
Jubah tembus pandang sebelumnya sudah dikembangkan, namun hanya bekerja untuk dua dimensi.
Penelitian mengenai jubah tembus pandang dari tim Eropa ini adalah yang pertama, untuk kasus tiga dimensi.
Jubah itu terdiri dari lensa khusus yang membelokkan gelombang cahaya untuk menekan cahaya secara ringan agar tersebar dan para peneliti mencoba membuatnya untuk menghilangkan sebuah obyek.[ito]
Selasa, 16 Maret 2010

Twitter Dukung Tweet Berbasis Lokasi

Akhir pekan lalu, situs microblogging Twitter mengaktifkan fitur geolokasi mereka. Artinya, Anda bisa memberitahukan pada seluruh tweeps di mana Anda berada saat Anda mengirimkan tweet tersebut.
Untuk sementara ini, fitur baru yang secara default dimatikan (pengguna harus mengaktifkannya secara manual untuk menggunakannya), baru tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat. 
Meski demikian, menurut Biz Stone, salah satu pendiri Twitter, fitur ini juga akan hadir bagi pengguna dari kawasan lain di seluruh dunia.
“Baru-baru ini marak muncul aplikasi berbagi lokasi, game dan layanan lain yang menarik pengguna Twitter untuk menyertakan data geografis mereka di tweet-nya,” kata Stone, seperti VIVAnews kutip dari blog-nya, 15 Maret 2010.
Stone menyebutkan, orang yang memilih untuk menambahkan informasi tersebut akan membuat Twitter menjadi lebih kaya akan informasi. “Data lokasi bisa membuat tweet semakin bermanfaat,” ucapnya.
Dengan menyebutkan lokasi Anda, kata Stone, akan lebih mudah bagi pengguna Twitter lainnya untuk menemukan informasi lebih spesifik di kawasan tertentu atau di sekitar tempat mereka berada.
Lokasi pengguna juga akan dihubungkan dengan Google map sehingga follower bisa menggunakannya untuk mengeksplorasi kawasan tersebut lebih lanjut.
Akhir Januari lalu, Twitter meluncurkan fitur Local Trends yang didesain untuk membantu pengguna menemukan tweet yang berhubungan dengan area tertentu. Dengan diluncurkannya fitur baru, pengguna akan bisa mencatat lokasi mereka sendiri dan semakin memudahkan pengguna lain untuk mendapatkan informasi di kawasan yang mereka inginkan. VIVAnews
Minggu, 14 Maret 2010

10.000 Cangkir Kopi Espresso Buat Mobil Melaju


LONDON - Sebuah mobil ramah lingkungan akan menempuh jarak 210 mil dengan bahan bakar 10.000 cangkir kopi pekat atau dikenal dengan nama espresso. 
Pembawa acara stasiun televisi BBC bertajuk BBC1's Bang Goes the Theory Jem Stansfield akan menjajal mobil tersebut menempuh perjalanan dari London ke Manchester.
Aslinya, mobil tersebut dibuat dari rongsokan yang perlu diisi bensin setiap habis menempuh jarak 40 mil. Stansfield yang sekaligus sebagai perancang mobil tersebut sengaja membuatnya untuk memperlihatkan bagaimana memanfaatkan sumber energi alternatif. 
Seperti dilansir Telegraph, Jumat (12/3/2010), mobil tersebut memiliki sebuah sistem yang berfungsi mengubah sampah dan bahan organik menjadi menjadi bahan bakar pengganti petrol.
Stansfield bertujuan memancing kaum muda agar dapat berpikir kreatif, bagaimana cara agar kita dapat mengubah sampah menjadi sumber energi baru.
"Setiap orang tahu bahwa kopi dapat meningkatkan mood seseorang dan menambah energi bagi yang meminumnya. Namun belum banyak yang tahu jika minuman ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif," kata Stansfield. 
Perjalanan Stansfield akan dimulai dari pusat penyiaran televisi BBC di London barat dengan menggunakan bahan bakar setara dengan 10.000 cangkir espresso. Stansfield akan pergi ke Manchester, mengunjungi acara The Big Bang: UK Young Scientists' and Engineers' Fair. Sekitar 5.000 anak-anak berharap bisa menemui Stansfield saat dia tiba di garis finish. (rah) OKEZONE
Sabtu, 13 Maret 2010

Arkeolog Temukan 51 Tengkorak Bangsa Viking


LONDON - Lebih dari 1.000 tahun lamanya korban perseteruan bangsa Anglo-Saxons dan penyerbu Norse tidak diketahui rimbanya.
Berkat penemuan terbaru dan dengan sedikit keberuntungan, aksi pembantaian besar-besaran ini berhasil terungkap oleh para ahli arkeologi. Temuan ini juga sekaligus bisa menjadi titik terang untuk mengetahui lebih dalam sejarah bangsa Viking di Inggris. 
Dilansir Daily Mail, Jumat (12/3/2010), rangka milik 51 orang korban pembantaian ditemukan musim panas silam dekat Weymouth, Dorset, saat proses penggalian untuk menemukan situs bersejarah. 
Dua bulan kemudian, tim dari Oxford Archaeology mengeduk semua tengkorak yang ditempatkan bersamaan dalam sebuah lubang galian sempit. Berdasarkan hasil analisa, diduga tubuh-tubuh tersebut dilemparkan dengan kasar ke dalam lubang tersebut, setelah dipenggal dengan keji.  
Hasil analisa kimia pada gigi mengungkapkan, sepuluh dari korban penjagalan itu hidup di wilayah yang hawanya lebih dingin dari Inggris. Salah satunya diperkirakan berasal dari wilayah kutub utara. 
Sementara hasil penelitian karbon menunjukkan, tengkorak-tengkorak tersebut dikuburkan antara tahun 910 dan 1.030 AD, yaitu masa dimana Inggris bersatu dengan dibawah pemerintahan Raja Saxon, dan ketika bangsa Viking dari Denmark mulai singgah di wilayah tepi pantai utara. 
"Menemukan bukti adanya korban-korban dari bangsa Viking yang dieksekusi adalah satu perkembangan yang menggentarkan bidang arkeologi," kata Project Manager Oxford Archaeology David Score. Menurutnya, kuburan massal semacam ini sangat jarang dapat ditemui. "Mendapatkan satu saja penemuan seperti ini, dari periode yang sangat bersejarah, merupakan satu hal yang luar biasa," tandasnya. (ugo) OKEZONE
Selasa, 09 Maret 2010

Google Perkenalkan Public Data Explorer

Google kembali mengumumkan produk baru di Google Labs, yang mampu mempresentasikan serangkaian data visual berdasarkan data-data penting dari lembaga statistik.
Google Public Data Explorer merupakan pengembangan fitur public data search yang dibuat Google tahun lalu, yang memungkinkan pencarian statistik yang penting dengan cepat.
"Kami memperluas layanan ini dengan mengikutkan informasi dari World Bank, seperti data populasi, untuk setiap wilayah di dunia," kata Jurgen Schwarzker, ahli statistik pada Google Public Data Team, melalui blog resmi perusahaannya.
Google Public Data Explorer, kata Jurgen, berusaha menyajikannya informasi dalam berbagai bentuk, mulai dari grafik garis, batang, peta, serta grafik balon, agar lebih mudah dimengerti oleh pembaca.
"Visualisasinya dinamik, sehingga bisa dilihat berdasarkan perjalanan waktu, " Jurgen menerangkan.
Saat ini sudah ada sekitar puluhan data statistik yang disediakan oleh Google. 20 data terpopuler, antara lain data perbandingan sekolah, pengangguran, populasi, pajak penjualan, gaji, statistik kejahatan, statistik kesehatan, statistik penyakit, Gross Domestic Product (GDP), dan lain-lain.
Dengan menggandeng World Bank, biro statistik AS , dan biro sensus AS, Google mengklaim akan ada miliaran chart yang bisa dieksplor.
Ke depan Google juga akan bekerja sama dengan OECD, California Department of Education, Eurostat, pusat pengendalian penyakit AS, dan biro analisa ekonomi AS.
"Kami akan sangat senang bila para penyedia data di seluruh dunia mau menyediakan data mereka di internet secara gratis," kata Jurgen. VIVAnews