Google Map Bisa Prediksi Perubahan Iklim


CALIFORNIA - Google memperkaya aplikasi di Google Maps miliknya untuk mendeteksi perubahan iklim dan cuaca di setiap negara dengan tampilan 3 Dimensi. Tidak hanya itu saja, aplikasi anyar ini mampu mendeteksi perubahan iklim di masa yang akan datang.

Kehadiran aplikasi 'climate change' yang ada di layanan peta digital Google ini merupakan hasil kerja sama dari data yang disediakan Intergovernmental Panel on Climate Change. Melalui informasi yang ditawarkan, pengunjung Google Maps mampu mendeteksi temperatur dan curah hujan untuk melihat perubahan emisi global yang dapat terjadi sepanjang abad.

Disitat dari Sydney Morning Herald, Senin (28/9/2009), aplikasi baru ini tersedia berkat dukungan dari Pemerintah Denmark di depan Konferensi PBB mengenai perubahan iklim yang digelar pada Desember lalu.

"Jika kita tidak untuk secara dramatis mengurangi emisi, suhu rata-rata global diperkirakan akan meningkat sebanyak 4 atau lebih ada akhir abad ini, dan itu akan menyebabkan kerusakan parah pada sistem alam, kesehatan, dan kesejahteraan manusia," jelas mantan Wakil Presiden AS yang juga aktivitis perubahan lingkungan Al Gore.

"Selain itu, destabilisasi secara luas membuat Greenland dan lembaran es Antartika barat mencair . Dan kerusakan ini meningkat secara dramatis sejak tahun 1979 dan dapat menyebabkan permukaan laut global naik antara empat dan 12 meter, dengan masing-masing meter yang menyebabkan sekitar 100 juta mahluk hidup mengungsi," sambung Al Gore.

Perusahaan ini berharap bahwa layanan ini diharapkan dapat membuat orang membayangkan dampak perubahan iklim pada peta dunia 3D, agar memaksa lebih banyak orang untuk berbicara tentang isu perubahan iklim tersebut.

Jika ingin mengetahui perubahan iklim di dunia dalam beberapa waktu mendatang, silahkan amati dan pelajari di situs yang Google tawarkan di sini. (tyo) OKEZONE

0 Komentar:

Poskan Komentar