Memori Otak Rusak Tanpa Disadari


Carolina, Lupa menaruh sesuatu atau bingung mau mengerjakan apa adalah ciri berkurangnya kemampuan otak mengolah memori. Peneliti kini semakin yakin faktor utama penyebab kerusakan otak itu adalah stres yang tanpa disadari telah merusak otak.

Hampir sebagian pasien yang datang ke dokter dalam keadaan demikian terdeteksi stres, tapi mereka tidak sadar. Stres yang berlebihan terbukti bisa merusak kemampuan mengingat otak.

Meskipun demikian, peneliti mengatakan stres tetap diperlukan karena tanpa stres, seseorang tidak bisa merasakan apa itu bahagia. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa stres yang berlebihan akan memicu hormon kortisol yang ternyata berpengaruh pada tes memori.

Peneliti dari University of Carolina melakukan studi dan mengatakan bahwa jika seseorang membiarkan stres dalam otaknya selama bertahun-tahun, akan mengalami pengurangan fungsi otak tanpa disadarinya. Sebanyak 100 partisipan yang mengikuti tes memori dalam studi membuktikannya.

Partisipan diberi instruksi untuk mengingat nama orang, benda dan angka oleh peneliti. Dan ternyata hasilnya, mereka yang gagal dalam tes tersebut terdeteksi mengalami stres selama bertahun-tahun. Namun beberapa responden mengaku mereka tidak merasa stres.

Kerusakan fungsi menyimpan memori dalam otak memang terjadi secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, partisipan pun biasanya tidak tahu bahwa mereka sedang mengalami stres.

Tapi kabar baiknya, kerusakan memori pada otak tersebut bersifat reversible dan bisa diperbaiki. Caranya yaitu dengan meningkatkan stimulasi otak sekaligus menurunkan level stres.

Semakin banyak mengingat sesuatu, semakin banyak kapasitas otak untuk menyimpan informasi. Itu karena otak terdiri dari bermiliar-miliar sel saraf atau neuron. Kebanyakan dari sel ini hanya terapung apung di sekitar larutan garam di otak, menunggu untuk distimulasi sehingga bisa meneruskan atau menyimpan data.

"Sel-sel itu harus diaktifkan. Semakin banyak sel tersebut yang dihidupkan, semakin besar kemampuan otak mengolah data," ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (3/11/2009).

Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukan olahraga otak. Mainkanlah sebuah permainan otak. Cobalah mengingat sepuluh jenis kartu permainan, sepuluh benda untuk belanja, atau sepuluh nama orang yang baru dikenal. Nurul Ulfah - detikHealth

0 Komentar:

Poskan Komentar