Analisa Statistik Buktikan Hobbit Spesies Manusia Baru


NEW YORK - Ilmuwan di New York mengonfirmasikan bahwa Homo floresiensis atau yang biasa dikenal sebagai hobbit, murni merupakan spesies manusia kuno baru dan bukan merupakan keturunan manusia purba normal yang mengerdil akibat terserang penyakit.

Temuan ini menegaskan pendapat tim arkeologi Mei silam yang mengemukakan pendapat ini. Tim dari Stony Brook University Medical Center menggunakan analisa statistik pada rangka spesimen hobbit yang diawetkan. Hasil studi sampai pada kesimpulan bahwa hobbit adalah spesies punah terpisah yang secara genetik bukan merupakan versi 'cacat' dari manusia modern.

Science Daily, Rabu (24/11/2009) melansir, Hobbit pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Australia dan Indonesia pada 2003 di kepulauan Flores, Indonesia. Hobbit mirip dengan manusia namun berukuran lebih kecil. Penemuan ini langsung menuai perdebatan di kalangan arkeolog, sejarawan dan ilmuwan. Sebagian mengklaim makhluk mungil itu merupakan contoh manusia modern yang mengecil akibat pengaruh kondisi medis yang disebut microcephaly.

Ilmuwan William Jungers dan Karen Baab kemudian mempelajari rangka yang tersisa dari spesies hobbit bernama 'Little Lady of Flores' atau 'Flo' guna memastikan dugaan adanya proses evolusi hobbit.

Analisa lebih lanjut menggunakan metode regresi persamaan yang dikembangkan Jungers mengindikasikan bahwa kerangka Flo memiliki ukuran tinggi 106 cm, jauh lebih kecil dari ukuran orang kerdil modern yang memiliki tinggi kurang dari 150 cm.

"Pendapat yang menyebutkan hobbit sebagai spesies manusia modern yang mengerdil akibat penyakit telah gugur. Diagnosa medis sindrom pengerdilan dan teori microcephaly tidak memiliki hubungan apapun dengan anatomi Homo floresiensis yang unik," tandas Baab. (rah) photo by BBC

0 Komentar:

Poskan Komentar