Selasa, 26 Mei 2009

Buah dan Sayuran Tidak Efektif untuk Mencegah Kanker

Studi yang meneliti lebih dari 100 ribu responden bahwa mengonsumsi buah dan sayuran, baik untuk jantung. Namun, analisis tersebut tidak berhasil untuk membuktikan keuntungan buah dan sayuran dalam mencegah kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School, USA yang melibatkan 71.910 wanita di sekolah perawat dan 37.725 wanita di sekolah kesehatan professional. Dimulai pada pertengahan tahun 1980 dan dimonitor sampai dengan tahun 1998. Ditemukan, responden yang memakan 5 porsi buah dan sayur bahkan lebih perhari menunjukkan penurunan resiko terhadap penyakit jantung. Tetapi, pengaruh terhadap risiko penyakit kanker tidak ada perbedaan yang signifikan.

Ada beberapa kemungkinan yang dijelaskan, mengapa bisa terjadi. Kemungkinan pertama, adanya sumber data yang tidak akurat. Atau responden yang mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayuran. Kelemahannya, sebagian besar responden terdiri dari pekerja medis. Mereka selalu memasukkan buah dan sayuran dalam daftar dietnya, sehingga sulit diketahui hubungan yang sebenarnya. Padahal, belum tentu jumlahnya sesuai dengan yang diharapkan. Dan juga, jenis buah maupun sayurannya. Kemungkinan yang lainnya, menurut peneliti adalah penyakit kanker membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk berkembang dibandingkan penyakit jantung. Jadi membutuhkan perlindungan yang lebih lama dalam mengonsumsi buah dan sayuran yang jumlahnya juga lebih banyak.

Contohnya, ditemukan bahwa makan sayuran semacam brokoli, kembang kol dan kubis sangat erat kaitannya dengan menurunkan angka resiko kanker pada pria. Terutama pada perokok dan yang tidak pernah mengonsumsi multivitamin.

0 Komentar:

Poskan Komentar