Hobbit Flores 'spesies baru'

Kalangan ilmuwan menemukan bukti baru bahwa tulang belulang manusia "Hobbit" Indonesia berasal dari spesies manusia baru, bukan pigmi modern.
Manusia setinggi satu meter dan berat 30 kg pernah berada di Flores mungkin 8000 tahun lalu. Sejak penemuan itu, para peneliti menyatakan dengan tegas sebagai identitas manusia kerdil.
Dua tulisan di jurnal Nature sekarang mendukung gagasan bahwa mereka sepenuhnya spesies manusia baru. Tim yang menemukan tulang-tulang kecil di gua Liang Bua, Flores beranggapan bahwa populasi itu milik spesies Homo floresiensis, terpisah dari Homo sapiens biasa.
Mereka berpendapat, "Hobbits" itu turunan dari spesies prasejarah manusia, barangkali Homo erectus yang mencapai pulau di Asia Tenggara lebih dari satu juta tahun lalu.
Selama bertahun-tahun, badan mereka kemungkinan semakin kecil ukurannya melalui proses seleksi alamiah yang disebut pengkerdilan pulau, klaim para penemu dan banyak ilmuwan lainnya.
Namun sejumlah peneliti berpendapat bahwa spesies ini tidak cocok dengan otak Hobbit seukuran kera hampir 400 cm kubik, sepertiga dari otak manusia modern.

Ini adalah teka-teki, kata mereka, karena individu-individu itu tampaknya memiliki alat-alat dari batu yang dipahat secara rumit. Mereka menyatakan, Hobbit mungkin bagian dari manusia modern dengan otak kecil yang abnormal.
Salah satu tim yang dipimpin William Jungers dari Stony Brook University di Amerika Serikat menganalisa tulang belulang kaki Hobbit. Mereka menemukan bahwa dalam tingkat tertentu manusia luar biasa.
Jari kaki besar bersatu dengan jari lainnya dan penyatuan ini memungkinkan jari itu sebagai penyangga sepenuhnya badan sesuatu yang tidak ditemukan di kalangan kera besar.

Source : Republika

0 Komentar:

Poskan Komentar