Musik Bersuara Keras Dapat Mengganggu Paru


Mendengarkan musik dengan suara keras dapat mengganggu telinga maupun tetangga sekitarnya. Tidak hanya itu saja, juga dapat merusak paru yaitu menyebabkan pneumothorax.

Pneumothorax terjadi jika ada udara masuk ke jaringan antara paru dan dinding dada karena paru bocor. Akibatnya, kerja paru menjadi terganggu. Gejalanya adalah sesak napas dan dada terasa sakit.

Kasus pneumothorax yang ada di Jurnal Thorax, dialami oleh empat pria dari New York, Amerika Serikat. Kasus pertama menimpa tiga pria yang sering menghadiri konser atau klub malam. Ketiganya terbiasa mendengarkan musik hangar-bingar. Suatu ketika, tiba-tiba mereka ambruk sambil mengerang sakit di dada. Kasus kedua, menyerang seorang pria yang asyik mendengarkan musik dalam mobil dengan suara keras dari speaker berkekuatan 1000 watt. Karena sangat kerasnya, sampai dapat menggoncang mobilnya. Dia cuek dan terus menikmati musiknya. Akibatnya sama dengan ketiga pria sebelumnya, mengalami pneumothorax.

Pneumothorax biasanya dapat sembuh sendiri. Bila serangannya tidak berhenti maka wajib dikonsultasikan dengan dokter. Sebab udara harus dikeluarkan dari rongga dada. Caranya, dengan memasukkan selang ke bagian yang bocor.

Sebenarnya, pneumothorax tidak hanya menyerang pencinta musik bersuara keras, tetapi perokok berat juga dapat mengalami pneumothorax dadakan. Terutama, pria yang tubuhnya tinggi dan kurus kering. Lebih baik, bila mengikuti konser maupun klub malam, jangan terlalu dekat dengan pengeras suara. Sikap seperti itu lebih nyaman dan enak ditelinga.

0 Komentar:

Poskan Komentar