Musim Kemarau Rawan Infeksi Pernafasan

YOGYAKARTA-- Musim kemarau identik dengan udara yang panas dan kering. Jika tidak ditunjang dengan pola hidup sehat dan konsumsi air cukup, maka bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga perilaku hidup bersih, sehat, dan mewaspadai beberapa penyakit yang kerap muncul pada saat musim kemarau panjang, seperti ISPA. "Selama musim kemarau, saat suhu udara siang sangat panas tetapi cukup dingin pada malam hari dan menjelang pagi, masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan menderita ISPA," kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Choirul Anwar, di Yogyakarta, Jumat (31/7).

Menurut dia, masyarakat perlu menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup, meningkatkan konsumsi sayur dan buah atau bila diperlukan adalah mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Kegiatan olahraga memang tetap dibutuhkan, tetapi cukup dengan kegiatan olahraga ringan saja, tidak perlu berlebihan," katanya.

Konsumsi air dingin, lanjut Choirul, perlu dikurangi meski udara pada siang hari sangat panas karena saluran darah akan mengecil yang menyebabkan sel-sel antibodi kurang dapat menyebar ke seluruh tubuh. "Pada dasarnya, virus suka dengan tubuh dengan antibodi lemah, sehingga yang perlu dipertahankan adalah daya tahan tubuh yang baik," katanya.

Musim kemarau yang disertai dengan datangnya El Nino, lanjut Choirul juga membuat semakin banyak debu yang berada di udara."Jika masyarakat tidak menjaga kebersihan, beberapa penyakit saluran pencernaan seperti diare serta penyakit mata akan sangat mungkin merebak," katanya.

Pola hidup bersih dan sehat tersebut, lanjut Choirul, juga dapat dilakukan dengan menjaga kualitas air minum serta air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Choirul juga mengimbau agar dunia pendidikan tidak terlalu memberatkan siswa untuk mengikuti kegiatan yang menguras tenaga terlalu banyak selama musim kemarau.

"Apabila nanti MOS (masa orientasi siswa) atau kegiatan lain yang berhubungan dengan fisik dilakukan pada musim kemarau panjang, sebaiknya kegiatan yang menguras tenaga itu dikurangi, agar tidak banyak siswa yang jatuh sakit," katanya yang menyatakan kegiatan belajar mengajar lebih baik dititikberatkan pada kegiatan belajar di kelas," tuturnya. (ant/rin) REPUBLIKA

0 Komentar:

Poskan Komentar