2009, E-Government Indonesia ke-23 Dunia
Penyelenggaraan e-government dinilai lebih baik dibanding India, Afrika Selatan dan China.

VIVAnews - Waseda University Institute of e-Government, Tokyo, Jepang, telah merilis laporan tahunannya bertajuk Waseda University International e-Government Ranking. Laporan tahun 2009 ini merupakan laporan kelimanya seputar pengamatan terhadap perkembangan e-government di seluruh dunia.

Ada 34 negara dari berbagai tingkat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia yang dipantau. Negara-negara tersebut antara lain adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Brazil, Brunei, Chili, China, Fiji, Filipina, Finlandia, Hong Kong, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Meksiko, Norwegia, Perancis, Peru, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Penelitian dilangsungkan sepanjang tahun 2008 dalam tiga periode. April sampai Juli untuk persiapan, Agustus sampai November proses penelitian, sementara Desember dan Januari 2009 untuk review dan finalisasi data.

Dari 34 negara yang diteliti, Indonesia ada di urutan 23 negara dengan penyelenggaraan e-government terbaik di atas India, Afrika Selatan, dan China yang ada di peringkat 24 sampai 26. Meski turun satu peringkat dibanding raihan tahun 2008, tetapi dibandingkan tahun 2007, peningkatan kualitas e-government Indonesia sudah jauh lebih baik. Ketika itu Indonesia berada di peringkat 29 dari 32 negara yang diamati menjalankan e-government. Meski memiliki prestasi yang lumayan, tetapi peringkat Indonesia masih di bawah peringkat Thailand dan Malaysia yang ada persis di atas Indonesia.

“Peranan e-government semakin meningkat dalam kondisi yang diakibatkan oleh krisis finansial global dan juga bertambahnya kekhawatiran seputar permasalahan lingkungan,” kata Prof. Dr. Toshio Obi, Director of e-Government Waseda University dan kepala tim riset, seperti VIVAnews kutip dari laporannya, 26 Agustus 2009.

Obi menyebutkan, ICT bisa digunakan sebagai perangkat untuk menghadapi permasalahan ini dan pemerintah merupakan aktor utama pada proses mengatasinya. “Pengembangan e-government di lima tahun terakhir menunjukkan bahwa usaha telah dilakukan untuk membangun negara yang lebih berorientasi pada penduduknya,” ucap Obi.

Adapun laporan lengkap Waseda University International e-Government Ranking 2009 bisa disimak di sini.

0 Komentar:

Poskan Komentar