Twitter Tak Bisa Patenkan "Tweet"


WASHINGTON - Bulan lalu, situs mikro blogging Twitter berniat mematenkan kata "Tweet" yang selama ini melekat pada situs tersebut. Namun lembaga paten AS, Patent Office pada akhirnya menyatakan bahwa Twitter tidak bisa mematenkan kata itu.

Akhir-akhir ini, kata Tweet memang lekat dengan situs Twitter yang tengah populer. Tweet yang aslinya berarti suara kicauan burung, didefinisikan sebagai kegiatan berkirim pesan pendek 140 karakter melalui situs Twitter.

Twitter kemudian berniat untuk mematenkan kata tersebut dengan alasan mencegah kerancuan dan penyalahgunaan. Karena selama ini ada pula beberapa aplikasi yang menggunakan kata Tweet seperti TweetDeck, TweetMeme, Tweetie dan juga BackTweets. Pengguna internet beranggapan, kata-kata tersebut berhubungan dengan Twitter.

Namun sayangya, niatan tersebut ditolak oleh lembaga paten, karena sudah ada perusahaan lain yang mendaftar hak paten untuk kata serupa. Demikian keterangan yang dikutip dari Digital Trends, Selasa (25/8/2009).

Bulan lalu, Co-founder Twitter, Biz Stone menuliskan dalam blognya bahwa pihak Twitter menerima banyak masukan yang mengeluhkan tentang penyalahgunaan kata Tweet.

"Kami menerima banyak email yang isinya mengeluhkan kekecewaan karena banyak kata Tweet yang disalahgunakan untuk pihak ketiga," tulis Stone dalam blognya.

Tiga kata tweet yang masuk dalam daftar pengajuan hak paten tersebut termasuk diantaranya TweetMarks. Patent Office pun memberikan alasan bahwa mematenkan kata Tweet akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. Mau tidak mau Twitter harus menelan kekecewaan karena tidak bisa mewujudkan niatnya. (srn) okezone Photo by Digital Trends.

0 Komentar:

Poskan Komentar