Google Bikin Perpustakaan Virtual Terbesar
Amazon, Microsoft, dan Yahoo Cekal Google
Google dinilai berupaya melakukan monopoli sistem perpustakaan.

VIVAnews - Tiga perusahaan teknologi terkemuka berkoalisi untuk melawan upaya Google yang ingin menciptakan perpustakaan virtual terbesar di dunia. Amazon, Microsoft, dan Yahoo akan menandatangani Open Book Alliance yang dipelopori Internet Archive.

Mereka menentang ketetapan hukum yang bisa menjadikan Google sebagai sumber utama dalam sebagian besar kegiatan online. "Google berupaya melakukan monopoli sistem perpustakaan," kata pendiri Internet Archive, Brewster Kahle, kepada stasiun televisi BBC News, Jumat 21 Agustus 2009.

Kembali ke 2008, raksasa mesin pencari Google mencapai kesepakatan dengan penerbit dan penulis untuk menetapkan dua tuntutan yang bisa membuat Google dikenai dakwaan pelanggaran hak cipta, bila menampilkan dengan tidak sah sejumlah buku atau materi tulis lain.

Dalam kesepakatan tersebut, Google setuju membayar US$ 125 juta untuk menciptakan Book Rights Registry, di mana penulis dan penerbit bisa mendaftarkan karya mereka dan menerima kompensasi.

Penulis dan penerbit akan mendapat 70 persen dari hasil penjualan buku-buku tersebut. Sedangkan Google mendapat 30 persen sisanya. Google juga akan diberi hak untuk mendigitalkan karya yang tidak diketahui pengarangnya. Itu diyakini mencakup 50-70 persen buku yang diterbitkan setelah 1923.

Berbagai pernyataan terkait kesepakatan itu harus diajukan pada 4 September. Pada awal Oktober, hakim di distrik selatan New York, Amerika Serikat, akan menimbang apakah kesepakatan itu akan disetujui.

Dalam perkembangan terpisah, Departemen Kehakiman AS melakukan penyelidikan anti-monopoli industri untuk mengetahui dampak dari kesepakatan tersebut.hadi.suprapto@vivanews.com

0 Komentar:

Poskan Komentar