Atlantis Ditemukan Bukan di Indonesia?

INILAH.COM, Jakarta - Sekelompok arkeolog bawah laut mengklaim telah menemukan kota yang hilang Atlantis. Ilmuwan merilis serangkaian foto di suatu wilayah bukan di Indonesia tapi di Karibia.

Mereka bersikeras bahwa foto itu menunjukkan reruntuhan sebuah kota yang kemungkinan ada sebelum masa pra piramida Mesir. Pola dasar laut bisa jadi merupakan reruntuhan kota, di masa pra-piramida Mesir, kata kelompok itu.

Tapi mungkinkah? Gambar kasar, yang dirilis ke koran Perancis oleh kelompok itu, menunjukkan pola dengan struktur yang mirip jalan kota. Mereka bahkan mengatakan kepada surat kabar Perancis, bahwa salah satu struktur tampaknya adalah piramida.

Saat ini kelompok yang tidak menyebut namanya itu, ingin mengumpulkan dana untuk mengeksplorasi lokasi rahasia di mana gambar itu diambil. Mereka tidak akan mengungkapkan lokasi yang tepat, dan hanya mengatakan di suatu tempat di Laut Karibia.

Atlantis merupakan legenda sebuah kota yang menakjubkan dengan kekayaan, pengetahuan dan kekuasaan yang tenggelam di bawah gelombang laut. Legenda ini telah mempesona jutaan orang.

Lokasinya atau setidaknya sumber legenda itu tetap merupakan sebuah misteri menggoda. Pada 1997, ilmuwan Rusia mengklaim telah menemukan Atlantis 100 mil dari Land's End.

Pada 2000 sebuah reruntuhan kota ditemukan 300 kaki di bawah air lepas pantai utara Turki di Laut Hitam. Daerah itu diperkirakan telah tenggelam oleh banjir besar sekitar 5.000 sebelum masehi, kemungkinan disebabkan oleh banjir.

Pada 2004 seorang arsitek Amerika Serikat mengggunakan sonar menemukan dinding satu mil jauh di dalam Laut Tengah, antara Siprus dan Suriah. Pada 2007 peneliti Swedia mengklaim terletak di Dogger Bank di Laut Utara, yang tenggelam di Zaman Perunggu.

Februari tahun ini, apa yang tampak seperti garis-garis yang mirip jalan-jalan kota terlihat di Google Earth, di lautan lepas pantai Afrika. Sayangnya Google sendiri dengan cepat menolak hal itu dan menjelaskan bahwa garis-garis itu ditinggalkan oleh perahu saat aplikasi mengumpulkan data.

Sementara penelitian yang dilakukan ilmuwan Brasil Arysio Santos mendapatkan hasil yang mengejutkan. Ia menyebut Atlantis ada di wilayah Indonesia. Ia menuliskan penemuannya itu dalam buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato's Lost Civilization (2005).

Di situs webnya atlan.org ia mengungkapkan, pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, sampai ke wilayah timur.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang meletus secara bersamaan. Di antaranya letusan yang paling dahsyat adalah gunung Krakatau.

Santos membandingan, sistem pesawahan yang khas Indonesia, diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Santos melakukan penelitian selama 30 tahun untuk menghasilkan kesimpulannya itu.

Ia mengungkapkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. [mdr]

0 Komentar:

Poskan Komentar