Yelp Tolak Pinangan Google


SAN FRANSISCO - Yelp resmi menyatakan pihaknya menolak pinangan Google. Tawaran Google senilai USD500 juta atau setara dengan Rp4,7 triliun rupanya tidak meluluhkan hati Yelp untuk menyetujui kesepakatan akuisi.

Setelah pekan lalu melakukan diskusi secara intens, Yelpyang merupakan situs bisnis lokal pada akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran dari raksasa internet tersebut. Perusahaan yang berpusat di San Francisco, California itu memberitahukan Google bahwa tawaran akuisisi tak lagi menarik minat mereka. Keduanya menutup mulut rapat-rapat mengenai penyebab tidak tercapainya kesepakatan.

"Yelp tidak bersedia berkomentar dalam kerangka diskusi privat," tulis juru bicara Yelp Stephanie Ichinose melalui email. Pihak Google yang diwakili Andrew Pederson pun memperlihatkan sikap yang sama dan tak bersedia memberikan komentar soal penolakan yang diterimanya.

"Meski kami selalu berbicara ke berbagai perusahaan mengenai beragam hal, kami tidak akan bersedia mengomentari rumor atau spekulasi," kata Pederson seperti dikutip dari News Factor, Selasa (22/12/2009).

USD500 juta bukanlah angka yang besar bagi perusahaan sebesar Google. Dari uang sejumlah itu, Google bisa meraup untung lebih besar lagi dengan merangkul pengguna yang lebih spesifik , terutama membidik para pelaku bisnis lokal.

Sementara itu model bisnis Yelp telah diakui sukses dan layanannya pun kian meluas. Yelp merupakan situs yang mengulas bisnis dan menghubungkan pengguna internet dengan berbagai bisnis lokal. Yelp memungkinkan para pemilik bisnis merancang akun dan memposting foto secara gratis dan menawarkan suatu produk atau mengirim pesan pada konsumen potensial.

Yelp disebut-sebut bisa membantu Google mendapuk banyak keuntungan dari pasar periklanan lokal. Dengan membeli Yelp, sama artinya dengan Google memiliki salah satu situs populer yang menyimpan berbagai informasi bisnis.

Sejak diluncurkan pada 2004 Yelp telah meraup keuntungan sebesar USD30 juta atau Rp 284,4 miliar setiap tahunnya. Jumlah anggota Yelp yang disebut Yelpers hingga bulan November silam tercatat sekira 26 juta orang. (rah) Rachmatunnisa - Okezone photo by Yelp

0 Komentar:

Poskan Komentar