Pengejaran Meteor di China Terus Berlanjut

INILAH.COM, Jakarta – China mengalami hujan meteor terbesar pekan ini. Pencarian hujan meteor itu berlanjut saat bulan purnama yang dikatakan sebagai salah satu penemuan terbesar di Beijing tahun ini.

Saksi mata di Beijing dan Tianjin mengamati dalam jarak dekat dan jelas meteorit turun di dekat cakrawala barat Beijing pada pukul 10.23 (16/12) berbentuk seperti bola api.

Kamera pengintai dari planetarium merekam cuplikan 2 detik dari fenomena musim gugur, di mana bintang jatuh yang cerah terlihat membawa ekor terbang ke arah timur dan meledak menjadi cahaya yang lebih besar sebelum menghilang di cakrawala.


"Kami berada di jembatan Jianxiangqiao saat mengendarai kendaraan ke arah barat di jalan Ring Road Utara Empat ketika melihat cahaya cerah terbang ke arah tenggara," tulis Li Xin seorang peneliti Planetarium Beijing.

"Cahaya cerah meteor sangat dekat dengan bulan purnama," tulisnya. "Kalau meteorit ini dapat diabadikan, hal itu dapat menjadi salah satu penemuan terbesar di Beijing."

Warga lainnya di Beijing yang jadi saksi juga melaporkan adanya bentuk bola api seperti meteorit ke planetarium.


"Wow, apa itu yang saya lihat," tulis seorang blogger di Beijing pada portal popular douban.com, hanya 12 menit setelah fenomena kejatuhan terjadi.

"Saya berada di Chaoyangmen di jalan lingkar timur kedua dan aku melihat bola berwarna hijau cerah bergerak ke selatan. Tak ada suara dan semuanya tampak baik-baik saja di luar mobil," tulis blogger, yang menamakan dirinya "paman kikuk" .

Saksi online tidak menarik banyak perhatian serius sebelum diverifikasi oleh otoritas astronomi.

"Kau benar-benar aneh, paman sayang. Itu adalah Optimus Prime," komentar dari pembaca.

Astronom dari Planetarium Beijing mengatakan bahwa saksi memang mengatakan yang sebenarnya dan peneliti mengatakan mereka telah melaporkan saksi ke Organisasi Meteor Internasional sebagai penampakkan meteor terbaru di Bumi.

Li juga memperkirakan lokasi pendaratan sekitar 40 km sebelah barat pusat kota Beijing, sementara Zhu Jin, direktur planetarium, memperkirakan antara 100 dan 200 km dari pusat Beijing. “Daerah pegunungan Baihuashan di perbatasan dekat Beijing dan Provinsi Hebei menjadi lokasi yang paling mungkin menjadi tempat pendaratan,” kata Zhu.


Para ilmuwan telah meluncurkan kampanye online dan lewat TV untuk mengumpulkan saksi. Warga di barat Beijing didorong untuk berkontribusi.

“Tapi belum diketahui puing-puing meteor akan seperti apa,” kata para ahli.

Planetarium Beijing tidak pernah mengumpulkan meteorit dari meteor masa lalu di Beijing. Pada pertengahan tahun 2006, ada sekitar 1.050 saksi melihat meteor jatuh.[ito] Syamsudin Prasetyo

0 Komentar:

Poskan Komentar