Kentang dan Ganggang Jadi Bahan Plastik


HAWTHORNE - Frederic Scheer tengah menanti waktu, berusaha meyakinkan orang-orang di sekitarnya bahwa pada 2013 harga bahan bakar minyak akan sangat tinggi. Namun dia memperkirakan di masa yang akan datang, bio-plasticberbahan dasar tumbuhan dan sayuran buatannya mampu menjawab masalah ini.

Scheer merupakan pemilik Cereplast, yaitu sebuah perusahaan yang merancang dan memproduksi
bio-plastic,yaitu bahan plastik yang dapat diperbaharui, terbuat dari sari tepung tapioka, jagung, kentang, gandum, dan kentang.

Sejak 20 tahun lalu dia percaya pertumbuhan harga minyak pada akhirnya akan membuat plastik berbahan dasar minyak bumi tak lagi dipakai. Inilah saatnya mulai menggunakan cara alternatif seperti yang tengah diperbuatnya.

"Jika patokan harga bahan bakar 95 dolar per barel misalnya, pada harga itu produk kami bisa menjadi lebih murah dibandingkan plastik tradisional," kata Scheer seperti dikutip dari
AFP, Senin (21/12/2009).

"Pada saat minyak bumi dipatok seharga 95 dolar per barel, saya rasa ini saatnya Anda mulai melirik
bio-plastic," tambahnya.

Menurut Scheer, harga minyak cenderung konsisten tinggi. Dia bahkan dengan sangat percaya diri memperkirakan bahwa pada 2013, perusahaan kimia utama seperti Dupont dan BASF tidak akan punya pilihan lain selain bergabung dengan perusahaan yang bergerak di bidang
bio-plastic seperti miliknya.

Pada 2020, dia memperkirakan pangsa pasar kebutuhan plastik di AS akan setara dengan USD10 miliar lebih, naik dari nilai sekarang USD1 miliar.

Scheer pun melirik gangang sebagai komoditi alternatif dalam bisnis ini. Menurutnya, gangang sangat potensial digunakan sebagai bahan baku plastik. Selain itu, ganggang bisa dikembangbiakkan dengan cepat, mudah, murah dalam kuantitas yang besar.

Scheer berharap plastik berbahan dasar ganggang ini bisa segera dijual ke pasaran pada akhir 2010. (rah)
okezone.com

0 Komentar:

Poskan Komentar