Sabtu, 06 Februari 2010

2010 Harga Smartphone Makin Menggigit


Jakarta - Booming smartphone murah menjadi bahan bakar pemulihan pasar. Persaingan di pasar menguntungkan ini akan kembali sengit di 2010, tetap dengan andalan produk murah.
Analis Neil Mawston dari perusahaan riset Strategy Analytics (SA) menilai pasar smartphone akan menjadi ultra-kompetitif pada 2010. "Perang smartphone akan menjadi kabar baik bagi konsumen, namun persaingan ketat pasti akan menjadi tekanan pada vendor untuk menurunkan harga dan margin keuntungan," katanya, kemarin.
Perusahaan-perusahaan Korea Selatan Samsung Electronics dan LG Electronics, sudah bertekad meningkatkan penjualan smartphone berharga rendahnya. Tapi vendor handset nomor 2 dan nomor 3 di dunia itu akan menghadapi pemain baru seperti Huawei dan Dell yang juga memperkuat penawaran mereka.
"Didorong masuknya pemain baru, kelebihan pasokan perangkat dan harga yang agresif akan meregangkan margin keuntungan," ujar analis CCS Insight Geoff Blaber.
Merek smartphone nomor empat di dunia, HTC mengatakan pekan lalu akan menjadi salah satu yang pertama menderita akibat meningkatnya persaingan, dan memperkirakan penurunan marjin laba kotor pada kuartal pertama 2010. "Mereka yang memiliki perangkat terintegrasi dengan layanan seperti Apple dan RIM akan menjadi pemenang pada 2010," papar Blaber.
Strategy Analytics mengatakan pasar smartphone tumbuh 30% year-on-year pada Oktober-Desember tahun lalu menembus 53 juta ponsel, tertinggi dari yang pernah terjadi.
Pertumbuhan yang merupakan bagian dari pemulihan pasar secara keseluruhan pada Oktober-Desember berkat peningkatan ekonomi global. Strategy Analytics memperkirakan pasar telepon seluler tumbuh 10% dari tahun sebelumnya, menghentikan kontraksi empat kuartal berturut-turut.
Nokia yang terus sukses menjual smartphone lebih banyak daripada dua rival terdekatnya RIM dan Apple mengapalkan 20,8 juta smartphone pada Desember, naik 38% dari tahun sebelumnya.
Perbaikan posisi pasar smartphone dibantu pengiriman telepon seperti E71 dan E72. Hasilnya, penjualan dan keuntungan Nokia terangkat di kuartal akhir tahun lalu di atas prakiraan analis dan menyebabkan sahamnya melambung pekan lalu. Sebaliknya harga rata-rata smartphone Nokia turun jadi 186 euro (Rp 2,5 juta) dari 190 euro di kuartal ketiga.
Sementara pembuat Blackberry RIM mengapalkan 10,7 juta smartphone di kuartal terakhir 2009, tetap nyaman berada di depan Apple iPhone dengan 8,7 juta. "RIM terus memperluas jejak internasionalnya di luar wilayah inti Amerika Utara lebih dalam ke bagian Eropa Barat dan Asia," kata perusahaan riset itu. [mdr] INILAH.COM

0 Komentar:

Poskan Komentar