Jumat, 12 Februari 2010

Konten Porno Aman Jika Dilihat Sekejap


SYDNEY - Menyambangi situs pornografi ternyata tidak terlalu berpengaruh secara signifikan jika pengguna internet hanya melihatnya dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dilansir melalui News.com, Jumat (12/2/2010), sebuah riset yang dilakukan oleh pakar kesehatan Australia menemukan bahwa konten porno di dunia maya hanya akan berpengaruh dan menjadi masalah besar jika pengguna internet melihatnya sepanjang hari.
Studi mengenai dampak buruk konten pornografi itu dilakukan oleh ilmuwan dari University of Sydney jurusan Kesehatan Seksual, Dr Gomathi Sitharthan. Studi tersebut dilakukan dengan untuk menemukan, seberapa besar pengaruh konten porno dalam kehidupan, karir, keuangan, dan hubungan percintaan pengguna.
"Melihat konten porno di internet menjadi masalah besar jika pengguna menggunakan sebagian besar waktunya dalam sehari. Kebanyakan responden, yang juga menjadi pasien konsulting saya, mengaku sekira 16 hingga 18 jam waktunya digunakan untuk melihat konten porno, bukan yang lain," ujar Sitharthan.
Hal ini, lanjut Sitharthan, memberikan efek yang serius dalam sebuah hubungan dengan pasangan, juga dalam karir, sekolah dan kehidupan keuangan. Bahkan menurutnya, selama beberapa tahun belakangan jumlah pasiennya meningkat cukup pesat, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah karena kecanduan konten porno.
"Responden, yang kebetulan pasien kami, datang dari berbagai macam profesi, baik mahasiswa, guru, pengacara, praktisi kesehatan, hingga pemuka agama," ujar Sitharthan.
Biasanya, lanjut Sitharthan, awalnya mereka mengonsultasikan hal yang biasa, namun dalam sesia kedua dan ketiga, mereka akan berterus terang mengenai kecanduan pornografi yang dialami.
"Isu yang bisa kami simpulkan dalam konsultasi tersebut adalah, kebanyakan pasien merasa malu untuk mau mencurahkan permasalahan mereka terkait candu porno yang telah mereka alami itu," paparnya.
Menurut Sitharthan, masalah candu porno ini semakin meningkat seiring dengan kemudahan aksesibilitas, khususnya melalui media internet. Diharapkan, dengan temuan ini, para ilmuwan lain mau mencari solusi yang baik untuk menangani permasalahan ini. Pasalnya, candu porno tidak cukup jika hanya mengandalkan konsultasi macam ini. (srn) OKEZONE.COM

0 Komentar:

Poskan Komentar