Kamis, 25 Februari 2010

Ditemukan, Fosil Purbakala di Tulungagung


Tulungagung - Tim Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (KS2B) Tulungagung, Jawa Timur menemukan 157 fosil benda purbakala di Dusun Cerme lima kilometer dari penemuan manusia purba pertama Homo Wajakensis.
"Penggalian dan penemuan fosil purba itu dilakukan di Dusun Mbolu, Desa Ngapo, Kecamatan Tanggung Gunung, yang lokasinya tidak jauh dari lokasi temuan manusia purba pertama, Homo Wajakensis," kata Ketua KS2B Tulungagung, Triyono, di Tulungagung, Kamis (25/2).
Ia menduga fosil tersebut merupakan jenis manusia purba atau Kjokken Maddinger yang usianya lebih tua dibandingkan dengan manusia purba pertama, Homo Wajakensis.
Diperkirakan, fosil tersebut berusia antara 20 ribu-40 ribu tahun sebelum masehi (SM), sehingga usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan usia Homo Wajakensis yang diperkirakan sekitar 15 ribu tahun SM.
Penemuan tersebut, kata dia, merupakan bentuk penelitian yang sudah dilakukan bersama tim peneliti yang terdiri dari sembilan orang. Karena temuan itu, pihaknya saat ini mengajak tim dari ITS untuk meneliti fosil-fosil tersebut.
Ia mengajak tim dari ITS demi menyelidiki keberadaan dan sejarah lokasi yang diduga penuh dengan jejak manusia purba zaman Mesolitikum.
Selama ini, katanya, pihaknya sudah dua kali melakukan ekspedisi selama awal tahun 2010. Ekspedisi tersebut dilakukan di sepanjang aliran mata air di sebuah tanah berceruk yang tidak jauh dari pemukiman warga.
Selama itu, pihaknya sudah menemukan 157 fosil yang terdiri dari 41 fosil tulang, 24 fosil terumbu karang, dan sisanya 92 fosil gastropoda.
"Fosil yang terakhir itu (gastropoda) adalah makanan manusia purba yang terdiri atas siput, cangkang kerang, keong, dan tiram," kata sejarahwan Tulungagung itu.
Untuk lebih meyakinkan tentang penelitian itu, ia mengaku saat ini sedang berupaya mencari gua tempat manusia purba itu bermukim, serta perlengkapan sehari-hari digunakan.
Ia menduga hingga saat ini masih terdapat sisa-sisa alat dan tempat mukim manusia purba tersebut.
"Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami saat ini sudah mengamankan fosil-fosil tersebut di sekretariat (KS2B) dan melaporkan temuan itu kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung," katanya.[*/ito] INILAH.COM

0 Komentar:

Poskan Komentar