Senin, 08 Februari 2010

Radar Buatan RI Perlu Dijadikan Permanen


Jakarta - Stasiun uji radar milik LIPIISRA (Indonesian Sea Radar) di wilayah Selat Sunda sangat penting dijadikan stasiun radar permanen, khususnya untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Sunda yang ramai.
Kepala Bidang Telekomunikasi PPET LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Dr Mashury Wahab di Jakarta, Senin (8/2) mengatakan, stasiun radar milik LIPI di Menara Mercu Suar, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Banten, baru merupakan proyek penelitian.
Disebutkannya, ISRA adalah radar buatan Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (PPET) LIPI yang diluncurkan pada HUT LIPI ke-42 pada Agustus 2009 lalu dan merupakan radar pertama buatan Indonesia.
Kepala Bidang Telekomunikasi PPET LIPI Dr Mashury Wahab mengatakan, radar penting digunakan untuk memonitor pergerakan kapal di wilayah perairan Indonesia dan sebagai pemandu kapal besar di pelabuhan agar tidak bertabrakan.
Radar ini juga bisa digunakan untuk mengantisipasi masuknya kapal laut pendatang ilegal, seperti di daerah pantai di pulau terluar atau selat Malaka yang rawan dimasuki kapal asing tanpa izin.
"Lokasi stasiun radar LIPI ini dipinjamkan oleh Ditjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan," katanya.
Menurut dia, penelitian dan pengembangan radar di Indonesia menuntut perhatian lebih pemerintah, terkait dengan semakin tertinggalnya teknologi pertahanan keamanan dalam negeri dibanding negara lain, apalagi Indonesia adalah negara maritim yang membutuhkan banyak radar.
ISRA, lanjut dia, menggunakan teknologi terbaru di bidang radar, FM-CW (frequency-modulated continuous wave) yang ukurannya dan konsumsi daya radarnya kecil, sedangkan sistemnya menggunakan komponen yang tersedia secara komersial.
Frekuensi kerja ISRA adalah pada pita X-Band (9,4 GHz) menggunakan dua antena pemancar dan penerima yang bekerja bersamaan dan berbentuk modular serta mempunyai daya pancar maksimum 2 Watt dengan penguatan antena 30 dB.
Keunggulan lain ISRA adalah kategorinya yang termasuk "quite radar" (Low Probability of Intercept/ LPI) yang tidak mengganggu sistem radar lain di sekitarnya dan tidak terdeteksi "scanner" radar militer.
Radar ini juga memiliki sistem "target tracking" sesuai ARPA (Automatic Radar Plotting Aids) yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO) serta terintegrasi dalam jaringan radar untuk memperluas daerah liputan
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata, dijadwalkan akan mengunjungi Stasiun Uji Radar ISRA (Indonesian Sea Radar) milik LIPI di Menara Mercu Suar, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Banten, pada Rabu (10/2) bersama Menteri perhubungan Freddy Numberi.
“ISRA merupakan salah satu penelitian unggulan LIPI yang kami ajukan ke Kementerian Ristek sebagai bagian dari program 100 hari Kementerian ini,” kata Kepala LIPI Umar Anggara Jenie.[*/ito] INILAH.COM

0 Komentar:

Poskan Komentar