Rabu, 10 Februari 2010

Tak Masalah Balita Dibesarkan Lesbian


Jakarta - Peneliti memberi penjelasan, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua lesbian, sama baiknya jika diasuh oleh orang tua heteroseksual di dalam sebuah rumah tangga.
Secara umum, anak-anak baik yang berada dalam rumah tangga heteroseksual atau lesbian memiliki level pencapaian akademik, jumlah teman dan kondisi pribadi yang sama.
“Namun apakah anak dari rumah tangga homoseksual memiliki kecenderungan non-heteroseksual layaknya kedua orang tuanya masih belum diketahui secara pasti. Tetapi jika ada komponen genetik tentang orientasi seksual, menjadi masuk akal karena faktor ibu lesbian membawa sifat homoseksual,” ujar ilmuwan.
Yang menjadi permasalahan utama adalah apa yang menyebabkan anak-anak beda orientasi seksual dengan orang tuanya.
“Tipe keluarga yang terbaik bagi anak adalah pola pengasuhan bertanggungjawab, berkomitmen dan stabil,” ujar peneliti Judith Stacey dari Universitas New York.
“Dua orang tua lebih baik daripada satu, tetapi satu orang tua yang lurus lebih baik daripada dua orang tua yang hancur.”
Ada beberapa temuan yang berhasil diungkapkan dalam studi yang melibatkan hampir 90 remaja, separuhnya tinggal bersama orang tua yang sama jenis kelaminnya, kedua grup yang dipelajari berada dalam sekolah yang sama.
Anak laki-laki remaja dalam rumah tangga orang tua homoseksual memiliki poin rata-rata 2,9 dibandingkan dengan angka 2,65 anak laki-laki yang berada dalam lingkungan heteroseksual.
Sementara anak gadis memiliki hasil yang tidak jauh beda yakni 2,8 untuk rumah tangga homoseksual dan 2,9 untuk gadis di heteroseksual.
Dalam studi lainnya, remaja ditanyakan terhadap kenakalannya. Remaja yang berada baik dalam rumah tangga homoseksual dan heteroseksual mendapatkan skor yang sama yakni 1,8 dalam skala 1 hingga 10 dalam artian semakin tinggi angka maka semakin memiliki perilaku merusak.
Studi 2008 membandingkan 78 keluarga lesbian di Amerika Serikat dengan tipe keluarga yang sama di Belanda menunjukkan di Amerika Serikat dua kali lebih tergoda daripada di Belanda tentang orientasi seksual ibunya.
Stacey mengatakan bahwa dia berpikir anak-anak yang tumbuh di rumah tangga lesbian lebih mudah tergoda daripada anak lainnya. Anak-anak dari pasangan lesbian dan gay lebih mudah diganggu oleh orang lain daripada anak lainnya.
Studi tentang keluarga gay masih sangat terbatas mengingat fenomena pasangan sesama laki-laki memilih untuk menjadi orang tua masih relatif jarang dan baru. Jadi studi tentang anak yang dibesarkan oleh gay masih belum terbentuk.[ito] INILAH.COM

0 Komentar:

Poskan Komentar