Selasa, 12 Januari 2010

Antivirus Buatan Lokal Lebih Ampuh Berantas Virus Lokal




YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa antivirus komputer buatan lokal semakin diminati masyarakat karena dianggap lebih ampuh membasmi virus-virus lokal. Apalagi program dan update antivirus lokal, sama seperti antivirus buatan negara lain, bisa diunduh gratis di internet.
"Sejauh pengamatan saya, pengguna antivirus lokal semakin banyak. Ada dua motivasinya, yakni coba-coba atau sudah tidak percaya dengan antivirus buatan luar," kata pengamat teknlogi informasi di Yogyakarta Wing Wahyu Winarno, Selasa (12/1/2010).
Sudah puluhan bahkan ratusan antivirus bisa diunduh gratis lewat internet. Namun menurut Wing, berdasarkan pengalaman beberapa teman, hanya beberapa saja yang pada akhirnya benar-benar ampuh membasmi virus komputer lokal maupun virus luar.
Ia sendiri menggunakan antivirus lokal di salah satu komputernya, setengah tahun lalu. Antivirus lokal yang digunakannya itu cukup ampuh menyaring virus lokal. Wing menyebut, virus lokal sama berbahayanya dengan virus luar, bahkan kadang lebih hebat.
Secara terpisah, Atthur Shadewa (Aat), pembuat Wedash Antivirus (WAV), dan juga pendiri komunitas Virologi di Yogyakarta yang terbentuk sejak 2006 dan berkutat seputar urusan pencegahan virus-berani menyebut antivirus lokal lebih ampuh ketimbang antivirus luar.
"Antivirus lokal lebih cepat mendata virus-virus lokal yang baru sekaligus membuat update program, ketimbang antivirus luar," ujar Aat, sembari mengklaim bahwa WAV yang dirilis sejak akhir 2005 lalu ini, sudah digunakan 5.000-an pengguna komputer.
Selain WAV, beberapa antivirus (AV) lokal yang dikenal luas adalah Smadav, PCmav, riesha AV. Kehandalan tiap antivirus, menurut Wing, sebenarnya menarik untuk dikaji. Namun memang belum pernah ada lembaga atau pihak yang melakukannya.
Nalurita (27), karyawan swasta warga Kraton, Yogyakarta tertarik menggunakan salah satu antivirus lokal sejak sepekan lalu. Ingin coba-coba saja. "Jika cukup ampuh, akan saya teruskan. Tapi jika nanti nggak cocok, saya balik ke antivirus luar," katanya.

Lukas Adi Prasetya
Editor: wah

0 Komentar:

Poskan Komentar