Senin, 18 Januari 2010

Foto Bin Laden Rekayasa Digital FBI



INILAH.COM, Jakarta - Kredibilitas FBI dipertanyakan setelah foto bin Laden yang dirilis lembaga itu kemungkinan rekayasa. Foto itu milik legislator Spanyol yang diambil dari internet.
Gaspar Llamazares dari Partai Kiri Bersatu Spanyol mengatakan dirinya tidak lagi aman berada dalam perjalanan ke Amerika Serikat.
Hal itu setelah rambut dan lekuk wajahnya yang diambil dari internet muncul dalam poster buronan terbaru pemerintah Amerika Serikat menyangkut foto pemimpin AlQaeda yang telah ada sejak 1998.
“Saya sangat terkejut dan merasa dalam ancaman karena hal tersebut merupakan hal paling memalukan yakni menggunakan foto orang lain yang tidak terkait untuk membuat gambar seorang teroris,” ujar Llamazares.
“Hampir sama dengan komedi jika tidak benar-benar berhubungan dengan bin Laden secara serius dan juga menyangkut keamanan penduduk sebuah negara.”
FBI mengatakan dalam pernyataannya bahwa mereka menyelidiki kesamaan gambar yang dibuat berdasarkan usia.
“Artis forensik tidak bisa menemukan fitur yang sesuai di antara referensi foto dan juga termasuk foto warga Spanyol tersebut, hanya sebagian dari foto-foto yang ada di internet,” ujar salah seorang anggota FBI.
Foto tersebut muncul dalam situs Departemen Pertahanan Amerika Serikat rewardsforjustice.net, di mana ada hadiah sebesar US$ 25 juta (Rp 240 miliar) yang ditawarkan bila mampu menangkap bin Laden.
Bin Laden menjadi buronan karena serangan 11 September 2001 dan pengeboman di kedutaan besar Amerika Serikat di Tanzania dan Kenya pada tahun 1998. FBI mengatakan foto bin Laden akan dipindahkan dari situs tersebut.
Llamzares mengatakan dia berencana menanyakan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk meminta penjelasan dan perlindungan atas aksi hukum tersebut. Llamazares tidak dapat mempercayai ketika dia diberitahu tentang kesamaan tersebut, tetapi kemudian dia segera menyadadi atas situasi yang serius itu.
Politisi berumur 52 tahun tersebut mengatakan dia tidak akan merasa aman dan nyaman bepergian ke Amerika Serikat sekarang, karena banyak bandar udara yang menggunakan teknologi biometri untuk membandingkan karakteristik fisik pelancong dengan menggunakan paspor ataupun foto lainnya.
“Saya tidak memiliki kesamaan, baik fisik maupun ideologi dengan teroris bin Laden,” ujar Llamazares.
Tetapi mereka berdua punya kesamaan yakni karakteristik usia yang keduanya saat ini berumur 52 tahun.[ito]  Syamsudin Prasetyo

0 Komentar:

Poskan Komentar