Kamis, 21 Januari 2010

Terpecahkan, Misteri Pita di Tepi Tata Surya



INILAH.COM, Jakarta - Pita luar angkasa berupa emisi partikel energi tinggi ditemukan tahun lalu. Pita itu ditemukan pesawat IBEX NASA mempelajari batasan tata surya kita dengan galaksi lain.
Saat ini peneliti telah berhasil mengungkap asal-usul struktur aneh tersebut.
“Kami percaya bahwa pita tersebut adalah sebuah refleksi,” ujar Jacob Heerikhuisen, investigator heliofisika NASA dari Universitas Alabama di Huntsville.
“Hal tersebut terjadi di mana partikel angin matahari mengalir keluar menuju ruang antar bintang yang terrefleksikan kembali ke dalam tata surya dengan bantuan sebuah medan magnet galaktik.”
Matahari mengeluarkan sebuah pancaran partikel yang disebut sebagai angin surya. Partikel tersebut secara kebetulan berjalan mengarungi tepi tata surya, di mana kemudian masuk ke dalam medan magnet yang kuat dari sisa galaksi yang melempar kembali ke arah berlawanan dari mana berasal.
“Ini adalah temuan yang penting,” ujar Arik Posner, ilmuwan program IBEX NASA di Washington DC.
“Ruang antar bintang ada di seberang tepi tata surya yang merupakan teritori yang belum terjamah. Sekarang manusia mengetahui, ada sebuah medan magnetik kuat yang terorganisir hadir tepat di hadapan tata surya.”
IBEX adalah pesawat ruang angkasa yang diluncurkan pada bulan Oktober 2008 untuk memonitor atom netral yang dating, yang asalnya miliaran mil jauhnya di titik perbatasan antara tata surya dan wilayah yang dingin dan belum terjamah manusia.
“IBEX akan memonitor pita tersebut dengan seksama dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Posner. “Kami dapat melihat perubahan ukuran pita dan hal tersebutlah yang menunjukkan bagaimana manusia harus berinteraksi dengan galaksi.”
Para peneliti tersebut melaporkan temuan mereka pada tanggal 10 Januari 2010 dalam Jurnal Astrofisika.[ito]

0 Komentar:

Poskan Komentar