Sabtu, 16 Januari 2010

Ilmuwan Hampir Pecahkan Teka-teki Gempa Bumi



INILAH.COM, Jakarta – Teknologi saat ini tidak mampu menyediakan peringatan dini gempa seperti yang menghancurkan Haiti. Tapi ilmuwan Rusia mengklaim akan mendapat hasil yang menggembirakan.
Konsekuensi tragis dari terjadinya gempa bumi yang menimpa Haiti pada Selasa (12/01) telah mengejutkan dunia.
Ibukota Haiti dipenuhi dengan jenazah di mana-mana termasuk jalan raya, kerumunan orang juga masih terluka menunggu bantuan datang.
Jalan raya yang runtuh atau infrastruktur yang hancur di Haiti bisa menjadi wahana untuk memprediksi bencana alam semacam itu. Tetapi ilmuwan masih berusaha mencari tahu cara untuk dapat memprediksinya.
“Tidak ada sinyal yang logis untuk memberitahu apakah akan ada gempa bumi, kapan dan di mana,” ujar Ahli Seismologi Gennady Sobolev.
“Hanya beberapa kemungkinan yang bisa dibuat, dengan probabilitas kecil periode gempa bumi akan terjadi atau tampaknya akan terjadi di mana. Belum ada metode terukur untuk bisa memprediksi gempa bumi.”
Di Institut Fisika Bumi Rusia, lebih dari separuh abad para ilmuwan telah menganalisi proses awal terjadinya gempa bumi dengan mengujicobakan simulasi di laboratorium.
Mesin khusus di Institut dapat menunjukkan apa yang terjadi di patahan bumi beberapa kilometer di bawah permukaan bumi selama terjadinya bencana. Tetapi kemungkinan apa yang lebih penting adalah teknologi tersebut memberikan kemampuan peneliti apa yang terjadi sebelum gempa bumi menimpa manusia.
Sebuah sampel yang ditempatkan di bawah tekanan menceritakan banyak hal. Setiap detik sekitar 20 sensor yang terdaftar mendeteksi semua perubahan yang terjadi di dalam bumi. Tekanan, temperatur, elektromagnetik dan perubahan geofisika bahkan suara dapat menjai indikator yang berguna.
“Sebelum patahan utama bergerak, banyak ceruk kecil muncul dan menimbulkan suara,” ujar Sergey Anisimov dari Institut.
“Sejalan dengan kecepatan peneliti mendaftarkan suara tersebut untuk memahami suara apa yang terindikasi pada saat gempa bumi berlangsung, peneliti akan mampu meramalkan atau bahkan mencegah terjadinya bencana.”[ito]  (Photo by yahoo.com)  Syamsudin Prasetyo

0 Komentar:

Poskan Komentar