Kurangi Kebiasaan Makan Berlebih di 2010


Jakarta, Berapa banyak resolusi sehat di 2010 yang Anda buat? Daripada terbebani dengan banyak target kenapa tidak mencoba melakukan yang paling gampang. Mulailah hindari makanan yang berlebih di 2010.

Bukan lagi rahasia umum, kalau kebiasaan makan berlebihan bisa menimbulkan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas atau penyakit kardiovaskular.

Tapi kenyataannya, mengubah pola makan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan terutama bagi yang sudah terbiasa dengan makanan tertentu yang ternyata banyak mengandung kolesterol (lemak).

Aktifitas sehari-hari yang banyak menyita waktu sering kali membuat seseorang tidak sempat memilih dan mengatur berapa makanan yang sudah dikonsumsi. Tanpa disadari, makanan yang masuk banyak yang berlebihan dan mengandung kolesterol.

Memasuki waktu istirahat siang di kantor misalnya, kadang menjadi dilema dalam memilih menu makan yang akan dikonsumsi. Begitu banyak pilihan makanan yang disajikan setiap rumah makan yang dekat dengan kantor, tapi jarang sekali tersedia makanan yang benar-benar sehat, sayuran misalnya.

Kalau sudah begini jangan kaget jika kadar kolesterol (lemak jahat) meningkat gara-gara kebiasaan makan makanan yang kurang serat dan berlebihan. Consensus Conference on Cholesterol mengatakan seseorang sudah dianggap tinggi atau hiperkolesterolemia apabila kolesterol total dalam darahnya melebihi 200 mg%.

Ancaman penyakit jantung koroner dua kali lebih besar terhadap orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg% dibanding dengan yang kadar kolesterolnya di bawah 200 mg%. Bahkan ancaman tersebut akan meningkat menjadi empat kali lebih besar apabila kadar kolesterol mencapai di atas 300 mg%.

Seperti dikutip
Myhomeidea, Sabtu (2/1/2010), mulailah hindari makanan berkalori tinggi jika mendekati waktu tidur dan ganti camilan yang tidak sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah adalah satu awal yang baik untuk membuat tubuh lebih sehat di 2010.

Kebiasaan makan dalam porsi besar, habis makan langsung duduk saja atau tidur, sering mengemil makanan kalori tinggi seperti makanan manis, lemak, goreng-gorengan adalah salah faktor pemicu penimbunan lemak di tubuh. Para pakar kesehatan tidak melarang makan enak asalkan setelah makan diimbangi dengan aktivitas fisik.

Mulailah mengurangi porsi makan yang besar dengan kebiasaan berikut:

1. Membiasakan sarapan karena makan pagi sangat penting untuk mengurangi rasa kelaparan di siang hari yang memicu orang makan banyak.

2. Disela-sela makan 3 kali sehari agar tidak tersiksa godaan mengemil, Anda masih bisa menyelingi dengan makan buah sebagai ganti makanan gorengan atau yang manis-manis.

3. Hindari stres karena bisa memicu seseorang makan tanpa terkontrol

4. Kurangi sodium dan banyaklah minum air putih. Sodium tak hanya ada pada makanan yang asin tapi makanan kaleng juga banyak mengandung sodium yang malah mengikat air dalam tubuh dan membuat perut terlihat lebih bergelambir.

5. Jangan makan terlalu cepat karena dengan makan cepat orang cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding orang yang makan dengan santai.

6. Usahakan tidak makan berat 1-2 jam sebelum tidur.

Kalori yang masuk ke dalam tubuh harus dijaga untuk bisa memberikan hasil yang baik. Bagi orang yang berdiet sebaiknya pola makan mengandung 1.000 kalori, 60 gram protein, 145 gram karbohidrat dan 21 gram lemak. Asupan ini termasuk dalam sarapan, makan siang, makan malam dan camilan.

(
ir/ir) Irna Gustia, Nurul Ulfah - detikHealth photo by dailymail

0 Komentar:

Posting Komentar