Jumat, 01 Januari 2010

NASA Akan Pilih Venus, Asteroid atau Bulan





INILAH.COM, Jakarta – Lembaga luar angkasa Amerika Serikat NASA akan memilih tiga proyek ruang angkasa Venus, asteroid dan bulan untuk perjalanan ke sistem tata surya berikutnya.
Keputusan akan diambil pada pertengahan 2011 dan akan meluncur paling lambat 30 Desember 2018. Proyek ini akan menelan biaya minimal US$ 650 juta (Rp 6,2 triliun).
Proposal Venus ini akan menjajaki permukaan planet Venus untuk mengukur atmosfer dan komposisi mineralnya guna memahami unsur pembentuk Venus dan mengapa berbeda dari bumi.
Pesawat ruang angkasa ke Venus disebut Surface and Atmosphere Geochemical Explorer atau SAGE
Sedangkan proposal asteroid akan mengirimkan pesawat ruang angkasa ke asteroid guna mengukur dan mengumpulkan lebih dari 2 ons materialnya untuk membantu peneliti memahami dengan lebih baik sistem tata surya kita.
Pesawat ruang angkasa yang digunakan disebut dengan Origins Spectral Interpretation Resource Identification Security Regolith Explorer spacecraft atau disingkat Osiris-Rex.
Proyek bulan akan mengirim pesawat yang akan mendarat di dekat kutub selatan bulan. Dan akan mengambil 2 pon bahan material yang diharapkan ilmuwan dapat menyediakan sejarah yang lebih dalam tentang sistem korelasi bulan dan bumi.
Salah satu dari tiga proposal tersebut terpilih dari delapan proposal yang masuk pada awalnya, dan akan menjadi misi ketiga seri penjelajahan baru NASA.
Misi pertama, New Horizons diluncurkan pada tahun 2006 dan akan sampai di sistem planet Pluto-Charon di tahun 2015. Misi kedua, Juno diluncurkan pada bulan Agustus 2011 dan akan mengorbit Jupiter.[ito] Syamsudin Prasetyo photo by physorg.com

0 Komentar:

Posting Komentar